Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memperingati hari jadinya yang ke-102 tahun dengan mengusung tema ‘Berdiri untuk Keadilan, Berdampak untuk Perubahan’. Perayaan itu menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pendidikan hukum sekaligus meneguhkan komitmen FHUI dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.
Dekan FHUI, Parulian Paidi Aritonang mengatakan, perjalanan panjang FHUI tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pendidikan hukum terhadap perkembangan bangsa. Cikal bakal FHUI sendiri memiliki keterkaitan historis dengan peristiwa Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Sejumlah tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda merupakan mahasiswa sekolah hukum Rechtshoogeschool te Batavia sebutan FHUI kala itu.
“Ternyata mahasiswa Rechtshogeschool sudah memberi contoh untuk berdampak. Dampaknya luar biasa, sampai sekarang kita setiap 28 Oktober memperingati Sumpah Pemuda,” ujar Parulian dalam sambutannya, Rabu (28/10/2026).
Ia menekankan warisan sejarah tersebut perlu diteruskan melalui kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembangunan hukum nasional, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, capaian institusi tidak semestinya hanya diukur dari pengakuan atau peringkat akademik, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi publik.
Baca juga:
- Fakultas Hukum Universitas Indonesia Rayakan Dies Natalis Akbar ke-100 Tahun
- Dies Natalis FHUI ke-100, Tonggak Sejarah Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia
- Dies Natalis ke-100, Ini Kontribusi FHUI dalam Perkembangan Hukum di Indonesia
FHUI pun berhasil menembus peringkat ke-96 QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian tersebut, menurut Parulian adalah hasil kerja bersama mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan fakultas.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat FHUI berhenti pada kebanggaan atas peringkat, melainkan dapat semakin memperkuat kontribusi fakultas terhadap perkembangan ilmu hukum di masyarakat.
















