Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) merayakan Dies Natalis ke-100 dengan menggelar Sidang Perayaan Akbar yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting di dunia hukum Indonesia. Perayaan ini menandai tonggak sejarah dalam pendidikan tinggi hukum di Indonesia, mencerminkan kontribusi dan pencapaian FHUI sebagai institusi yang melahirkan banyak pejuang hukum dan tokoh perintis di tanah air.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dedi Priadi, menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa FHUI di tahun 2024. Fakultas Hukum UI berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu institusi hukum terbaik di Indonesia, serta menempati peringkat ke-200 dunia dan ke-150 dalam US World Ranking untuk bidang ilmu hukum.
“Pencapaian ini mencerminkan prestasi FHUI yang luar biasa, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional. Ini adalah hasil dari kerja nyata, kerja keras, dan dukungan para fakultas, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni FHUI yang luar biasa,” kata Prof. Dedi di Balai Sidang UI, Depok, Senin (28/10).
Baca Juga:
- Dies Natalis ke-100, Ini Kontribusi FHUI dalam Perkembangan Hukum di Indonesia
- Pendidikan Hukum Perlu Dijadikan Fondasi Membangun Integritas Bangsa
Dedi berharap agar keberhasilan ini terus diperkuat dan dikembangkan sebagai dasar untuk kolaborasi yang lebih solid guna membawa Indonesia ke peringkat global yang lebih tinggi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dedi Priadi. Foto: RES
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum UI, Parulian Aritonang yang bertugas sebagai Ketua Sidang Perayaan tersebut mengatakan bahwa usia 100 tahun ini merupakan perjalanan yang panjang dan berharga, penuh dengan pencapaian serta tantangan yang memperkuat komitmen FHUI untuk berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan bangsa serta memperjuangkan keadilan di Indonesia.
“Sejak didirikan oleh Profesor Paul Scholten pada 28 Oktober 1924, FHUI telah melahirkan banyak tokoh hukum terkemuka dan pejuang kemerdekaan. Kontribusi mahasiswa FHUI sejak awal telah nyata, seperti peran mereka dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda,” ujar Parulian.
















