Setiap Fakultas Hukum (FH) biasanya punya keunggulan yang ditawarkan kepada peserta didik. Keunggulan itu tak sekedar sebagai pembeda antara kampus hukum satu dengan lainnya, tapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri) periode 2016-2020 dan 2021-2024 Prof Febrian mengatakan salah satu keunggulan yang dimiliki FH Unsri yakni mengutamakan praktik dan simulasi.
“Pada prinsipnya seluruh FH di Indonesia sama. Bedanya hanya pada fokus masing-masing FH. FH Unsri mengutamakan pada praktik dan simulasi,” ujar Prof Febrian kepada Hukumonline di ruang kerjanya, FH Unsri, Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (7/8/2024) lalu.
Selengkapnya, simak video berikut ini!
Baca Juga:
Program Magister Ilmu Hukum Universitas Borobudur Raih Predikat Unggul
Strategi FHUII Kembangkan Pendidikan Tinggi Hukum Melalui Program Wakaf Uang
Laboratorium hukum di FH Unsri bobotnya 14 satuan kredit semester (SKS) ditambah Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Klinik Hukum. Prof Febrian berharap lulusan FH Unsri siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Lulusan FH Unsri banyak berprofesi sebagai aparat penegak hukum (APH) dan advokat.
“Dalam kurikulum FH Unsri ada 14 SKS untuk praktik. Jadi mahasiswa kita tekankan untuk siap pakai, misal dalam membuat berkas tuntutan,” ujar Guru Besar Ilmu Hukum Konsitusi dan Perundang-Undangan FH Unsri itu.
Prof Febrian menjelaskan FH Unsri punya 5 program kekhususan. Peminatan dalam program kekhususan itu disesuaikan dengan kondisi terkini. Kelima program kekhususan itu terdiri dari konsentrasi hukum pidana, perdata, tata negara, administrasi negara, dan internasional. Dari konsentrasi tersebut bisa dilihat arah profesi yang bakal digeluti para alumni FH Unsri.
Menurut Prof Febrian, program kekhususan ini tak hanya ditentukan sendiri oleh mahasiswa dan mahasiswi yang bersangkutan. Ada peran kampus melalui Wakil Dekan I yang memandu memberikan arah bagi mahasiswa dan mahasiswi. “Kita arahkan kemana mahasiswa/i mengambil program kekhususan ini,” ujar pria yang pernah menerima Tanda Kehormatan Presiden RI Satyalancana Karya Satya itu.
















