
Begitupula bila terjadi sengketa, in-house counsel harus dapat menganalisa risiko dan dampak dari setiap tindakan litigasi yang akan diambil perusahaan. Tentunya melakukan pencegahan sengketa melalui kontrak yang dibuat dengan baik dan meningkatkan kepatuhan karyawan dan perusahaan dapat meminimalisir terjadinya sengketa dan pelanggaran.
Perempuan berhijab yang meraih penghargaan Indonesia’s Most Respected In-house Counsel 2023 dari Hukumonline-ICCA itu mengatakan, in-house counsel harus peka terhadap situasi yang berpotensi berdampak terhadap operasional perusahaan. Misalnya, krisis di Laut Merah yang terjadi beberapa waktu terakhir, apakah bakal berdampak terhadap rantai pasokan bahan baku untuk produksi serta langkah apa yang perlu ditempuh bekerjasama dengan Divisi lain untuk memitigasi hambatan tersebut?
“Jadi memahami setiap bisnis proses itu bagi in-house counsel tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.
Sekalipun harus memahami seluk beluk bisnis perusahaan, untuk hal-hal tertentu in-house counsel membutuhkan bantuan lawyer eksternal atau advokat dari kantor hukum. Biasanya, advokat dibutuhkan ketika menghadapi sengketa atau kasus litigasi yang tidak bisa ditangani sendiri oleh in-house counsel karena keterbatasan jumlah tim.
Bisa juga ada situasi yang rumit, di mana tim internal belum memiliki pengalaman menanganinya. Selain itu menjaga relasi dengan berbagai pihak baik lawyer eksternal, notaris, pihak pemerintah terkait dan in-house counsel perusahaan lain juga penting untuk menunjang pekerjaan in-house counsel.
Pemanfaatan teknologi
Kinerja in-house counsel dapat ditingkatkan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi. Frida menjelaskan, kantornya sudah menggunakan software khusus yang mampu membuat rancangan kontrak secara digital. Kontrak digital sangat membantu karena tidak sedikit kontrak yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan.
Tapi teknologi tak bisa menggantikan sepenuhnya posisi lawyer. Teknologi lain yang digunakan yaitu pemberkasan dokumen secara digital atau digital filling, sekaligus tanda tangan dan meterai digital.

Pemanfaatan teknologi bagi Frida maupun seorang in-house counsel menjadi keharusan. Foto: RES
Frida juga menggunakan teknologi yang disediakan Hukumonline. Misalnya, mencari dan mendapat informasi tentang regulasi terbaru. Layanan Hukumonline selain menyediakan data dan informasi hukum yang cukup lengkap, juga membantu meringankan pekerjaan riset hukum.
















