Beberapa waktu terakhir, Bali serta wilayah sekitarnya muai mengalami peningkatan minat berbagai sektor bisnis (diantaranya seperti perhotelan) dan juga investasi. Melihat hal ini, Kantor Hukum Guido Hidayanto & Partners (GHP) berupaya untuk hadir guna lebih memperkuat kehadiran lokal dengan mengumumkan ekspansi ke Pulau Dewata Bali melalui laman LinkedIn-nya pada pertengahan bulan Maret lalu.
“Secara operasional masih dalam tahap finalisasi, tapi kalau secara prinsip mulai efektif sejak kita announce. Cuma memang secara operasional kita mau pelan-pelan ya. Termasuk building team Bali kita, tapi sekarang masih on progress-lah,” terang Partner GHP Bintang Hidayanto kepada Hukumonline, Selasa (5/4/2022).
Untuk kantornya sendiri telah ada dan berlokasi di Gedung Alamanda Bali, Lantai 5, Jalan Bypass Ngurah Rai, Badung, Bali. Mereka pun berniat untuk memberikan full service layanan hukum yang tetap mendapat backing dari kantor Jakarta tanpa mengesampingkan “flavor” Bali yang spesifik.
Berkenaan dengan Partner, ia membeberkan bahwa memang akan terdapat Partner yang dikhususkan bertugas di Kantor Hukum GHP Bali yang kini masih dalam tahap proses. Sehingga jika terdapat instruksi dari Kantor GHP Bali, maka akan di-handle dari Jakarta untuk sementara waktu.
Baca:
- Guido Hidayanto & Partners Sambut Partner Baru
- Dentons Hanafiah Ponggawa & Partners Angkat Managing Partner Baru
- Makarim Taira S. Counsellors at Law Promosi 3 Partner Baru
Dia mengatakan ekspansi yang dilakukan GHP bertaruh bahwa Bali akan menjadi next HUB berkembangnya teknologi startup di Indonesia atas 3 alasan. Pertama, mengingat di Jakarta sendiri telah banyak market dengan “pemain besar” membuat startup atau tech company di Indonesia sulit. Berbeda dengan wilayah-wilayah di bagian Tengah atau Timur Indonesia yang masih memiliki banyak potensi yang dapat dipecahkan.
Kedua, dengan kedatangan bisnis-bisnis baru maka menimbulkan ekosistem yang baru dari sisi supply dan demand. “Terus tidak usah jauh-jauh, Mandalika ada deket-deket di situ. Akan banyak kejadian-kejadian yang terjadi di that part of Indonesia dan memang sudah sepatutnya ini terjadi,” ujar Bintang.
Ketiga, adanya influence dari orang-orang asing yang datang ke Bali. Beberapa diantaranya tidak sekedar datang untuk liburan sebagai wisatawan saja, tetapi juga terdapat mereka yang menyambangi Bali dengan tujuan bekerja atau mencai opportunity bisnis. Hal itu pun dapat terjadi atas dasar problem yang sama pula di Jakarta sudah terlalu ramai. Sedangkan di Bali masih banyak peluang.
Untuk itu, GHP meyakini di masa depan Bali menjadi HUB berkembangnya industri-industri kreatif yang masih baru yang lebih menarik. Apalagi dengan fakta bahwa Bali memiliki lokasi yang strategis, jadi sangat sentral dengan potensi yang luar biasa.
“Kita berkomitmen untuk tetap memberikan kualitas sebaik mungkin, tapi se-personalized mungkin. Itu motto kita ya, precise dan personalized. Etos ini akan kita bawa juga ke Bali, pokoknya ini tetap menjadi law firm Bali dengan etos kerja GHP. Lawyer-lawyer-nya juga nanti kita harapkan diisi oleh talent-talent hebat dari Bali. Dengan sekolahnya di Udayana yang mengerti di sana seperti apa,” tutupnya.
Jika kantor hukum Anda memiliki kabar terbaru, baik mengenai pengangkatan partner, perpindahan kantor hingga pengumuman penting lainnya, silakan menghubungi [email protected]. |
















