Hakim Agung Abdul Manaf Berpulang
Terbaru

Hakim Agung Abdul Manaf Berpulang

Berawal dari pegawai di Pengadilan Agama (PA) Bajawa, Nusa Tenggara Barat, pada 1984. Karier Abdul Manaf terus menanjak, hingga akhirnya dilantik secara resmi sebagai hakim agung pada 15 Agustus 2018.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 2 Menit
Hakim agung Abdul Manaf wafat pada Selasa pagi (20/5) di usianya yang ke-67 tahun. Foto: Istimewa
Hakim agung Abdul Manaf wafat pada Selasa pagi (20/5) di usianya yang ke-67 tahun. Foto: Istimewa

Dunia hukum Indonesia kembali berduka. Kali ini, kabar duka datang dari Mahkamah Agung (MA). Salah satu hakim agung yang berasal dari Kamar Agama, Abdul Manaf, telah wafat dan berpulang ke rahmatullah pada Selasa pagi (20/5) di usianya yang ke-67 tahun.

Kepergian Dr. Abdul Manaf dikonfirmasi oleh salah seorang staf di Kamar Agama MA, Okiawan Waseso. “Iya mas, benar. Barusan, sekitar pukul 05.30 WIB di Depok,” kata Okiawan saat dimintai keterangan, Rabu (21/5).

Dalam catatan yang dimuat di laman resmi Badan Peradilan Agama (Badilag), Abdul Manaf lahir di Bogor pada tanggal 12 Juli 1958. Ia memulai kariernya dalam dunia peradilan sebagai pegawai di Pengadilan Agama (PA) Bajawa, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 1984. Dua tahun berselang, ia diangkat menjadi hakim di pengadilan yang sama.

Baca Juga:

Perjalanan karier Abdul Manaf terus menanjak. Masih di PA Bajawa, pada tahun 1988 ia menjabat sebagai wakil ketua. Empat tahun kemudian, pada 1992, ia dipercaya menjadi ketua pengadilan tersebut.

Setelah menjabat selama empat tahun sebagai Ketua PA Bajawa, pada tahun 1996 ia dipindahkan ke Bali untuk mengemban amanah sebagai Ketua PA Karangasem. Ini menandai langkah awal pengabdiannya di luar wilayah Nusa Tenggara.

Memasuki tahun 2003, Abdul Manaf mulai bertugas di Pulau Jawa. Ia dilantik sebagai Wakil Ketua PA Jakarta Utara. Tiga tahun kemudian, pada 2006, ia naik jabatan menjadi Ketua PA Jakarta Utara, menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat dari institusi.

Kariernya berlanjut pada tahun 2008 ketika ia diangkat sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan. Tidak lama kemudian, pada 2009, ia kembali ke Jakarta dan bertugas di PTA Jakarta sebagai hakim tinggi yang diperbantukan di Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas).

Kiprah Abdul Manaf di Bawas semakin berkembang. Pada 2012, ia dipercaya menjadi pejabat eselon II sebagai Inspektur Wilayah IV Bawas, yang membawahi wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua. Setahun setelah itu, ia dirotasi menjadi Inspektur Wilayah III, yang meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

Tonggak penting dalam kariernya terjadi pada tahun 2015, saat ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag). Ia menjadi Dirjen ketiga, setelah Wahyu Widiana dan Purwosusilo. Tiga tahun kemudian, pada 2018, ia ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Tidak lama berselang, setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon hakim agung di DPR, Abdul Manaf akhirnya dilantik secara resmi sebagai hakim agung pada 15 Agustus 2018.

Dilansir dari Dandapala, sebagai bentuk penghormatan terakhir, Ketua Mahkamah Agung, Prof. Sunarto, datang langsung ke rumah duka yang beralamat di Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Diketahui, Prof. Sunarto tiba sekitar pukul 08.00 WIB pagi ini untuk menyampaikan belasungkawa.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Mahkamah Agung, Sobandi, menjelaskan bahwa jenazah almarhum akan terlebih dahulu disemayamkan di Gedung MA dan akan dishalatkan di Masjid Mahkamah Agung.

“Jam 9 sampai 9.30 jenazah diberangkatkan dari Depok. Insya Allah jam 11 sudah disemayamkan di Mahkamah Agung, lalu dishalatkan di masjid,” ujar Sobandi kepada Hukumonline, Rabu (21/5).

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info