Hari Ibu selalu menjadi momen untuk mengambil jeda sejenak dan merefleksikan kembali peran yang sering kali dijalani dalam diam, namun menopang begitu banyak kehidupan. Di tengah dinamika dunia profesional yang menuntut kehadiran penuh, para ibu terus merajut perannya dengan cara yang personal, penuh kesadaran, dan sarat makna.
Melalui tema “The Art of Motherhood: Mindful Moments, Lasting Legacies”, kali ini Hanging Out with Hukumonline menghadirkan kisah para ibu yang memaknai peran ini bukan sebagai batas, melainkan sebagai ruang bertumbuh. Peran sebagai ibu hadir dalam momen-momen sederhana yang dijalani dengan penuh kesadaran, sekaligus meninggalkan jejak nilai dan keteladanan yang akan hidup jauh melampaui waktu.
Para ibu yang kami hadirkan tahun ini datang dari latar belakang profesional yang beragam. Namun, mereka dipersatukan oleh satu benang merah, yaitu keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri, sambil menjalani peran sebagai ibu dengan sepenuh hati. Dari rutinitas kecil hingga keputusan besar, dari refleksi masa lalu hingga harapan untuk masa depan, setiap cerita adalah pengingat bahwa seni keibuan terus berkembang seiring perjalanan hidup.
Berikut ini para ibu yang kisahnya kami hadirkan dalam Hari Ibu 2025:
1. Ferdita Abigael - Legal Counsel Indonesia Department Exxonmobil Cepu Limited
Bagi Abigael, keibuan adalah unconditional love yang mengalir tiada henti, menjadi sumber kekuatan di setiap langkah. Ia percaya komunikasi yang jujur dan penuh empati adalah kunci membentuk anak-anak menjadi pribadi kritis, berani, dan bertanggung jawab.
2. Hertyaning Vikadelina - Legal and Compliance Director PT Sterling Products Indonesia (Haleon)
Vika pernah memilih berhenti sejenak dari dunia kerja demi memberikan pendampingan lebih bagi sang anak, dan keputusan itu membentuk pandangannya tentang arti keseimbangan. Kini, ia menjalani peran sebagai Legal and Compliance Director dengan keyakinan bahwa kualitas kehadiran lebih berharga daripada sekadar jumlah waktu.
3. Indah Kesuma - Legal Counsel PT Jakarta International Container Terminal
Bagi Indah, seni menjadi ibu adalah tentang menghadirkan keharmonisan, yaitu merangkai peran sebagai ibu dan profesional hukum dalam satu simfoni kehidupan. Ia percaya bahwa kehadiran dan tanggung jawab penuh adalah bukti nyata bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dengan laki-laki, sekaligus meninggalkan warisan nilai bagi anak-anaknya.
4. Milu Riana - PT REA KALTIM PLANTATIONS.jpg)
Sebagai ibu dari tiga anak sekaligus profesional hukum, Milu memaknai keibuan sebagai perjalanan tanpa garis akhir. Ia percaya bahwa hadir sepenuhnya, membekali anak dengan kemandirian, serta menjaga integritas adalah warisan terpenting yang bisa ia tinggalkan.
5. Sandra Adha Triyana - Group Head of Legal COE PT Bumi Resources Indonesia.jpg)
Bagi Sandra, menjadi ibu bukan berarti menghapus jati diri. Ia percaya seni menjalankan perna sebagai ibu adalah tentang menjaga identitas personal sambil tetap hadir di momen penting keluarga, menyeimbangkan profesionalisme dan cinta dengan penuh kesadaran.
Melalui kisah-kisah ini, Hukumonline mengajak pembaca untuk melihat peran ibu sebagai sebuah seni yang hidup, dibentuk oleh kesadaran, pilihan, dan cinta yang terus bertumbuh.
Selamat Hari Ibu kepada para perempuan Indonesia.
Untuk setiap ibu yang menjalani perannya dengan cara uniknya masing-masing, terima kasih telah menghadirkan momen bermakna hari ini, dan meninggalkan warisan nilai untuk generasi mendatang.
















