Kasih, Integritas, dan Kerja Keras: Warisan Milu Riana untuk Anak-anaknya
Mother's Day 2025

Kasih, Integritas, dan Kerja Keras: Warisan Milu Riana untuk Anak-anaknya

Milu Riana memaknai seni keibuan sebagai perjalanan tanpa akhir untuk menyeimbangkan peran profesional dan keluarga, sambil menanamkan kemandirian, integritas, dan kasih sayang sebagai warisan hidup bagi anak-anaknya.

Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Milu Riana, Corporate Legal Manager PT REA KALTIM PLANTATIONS, percaya bahwa The Art of Motherhood adalah perjalanan tanpa garis akhir, penuh pelajaran baru di setiap langkah. Menjadi ibu baginya berarti mengikuti irama pertumbuhan anak, menghadapi perubahan zaman, sekaligus menunaikan tuntutan profesional yang tak pernah berhenti menghampiri.

Sebagai ibu dari tiga anak, Milu menyadari ia tak mungkin hadir di setiap momen kehidupan mereka. Justru karena itu, ia merasa tugas terbesarnya adalah membekali anak-anak dengan kemandirian, karakter yang tangguh, dan keberanian, untuk persiapan terutama saat ia tak sedang berada di sisi mereka.

“Pada akhirnya, yang saya lakukan hari ini adalah untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Sebagai profesional hukum, Milu menghadapi tantangan unik, yaitu pekerjaan legal yang ia sebut “never ending story”. Sebab, pekerjaannya menuntut solusi cepat untuk berbagai anak perusahaan, dan seringkali bersamaan dengan kebutuhan anak-anak di rumah maupun sekolah. Pernah suatu waktu, di tengah tumpukan pekerjaan kantor, anak-anaknya sedang menghadapi ujian. Berat rasanya. Namun berkat dukungan rekan kerja, ia berhasil menjalani keduanya dengan penuh dedikasi.

Di zaman serba cepat ini, masih terdapat keraguan terhadap kinerja perempuan di lingkungan pekerjaan karena dianggap sibuk dengan urusan domestik di rumah. Beruntung, di kantornya saat ini, ia mendapat dukungan penuh dari pimpinan yang memahami kebutuhan karyawan perempuan. 

“Bos saya selalu bilang, kalau ada urusan keluarga, boleh diselesaikan dulu. Itu membuat saya merasa dihargai,” ungkapnya. Baginya, inilah seni keseimbangan. Sebab, ia bisa menyelesaikan urusan kantor tanpa kehilangan momen penting dalam kehidupan keluarga.

Namun, menjalankan peran sebagai ibu nyatanya bukan hanya tentang mengasuh anak. Milu menekankan pentingnya menjaga ketenangan diri di tengah kesibukan kantor dan urusan rumah. Sesekali ia meluangkan waktu untuk hal-hal sederhana yang ia sukai, seperti hang out bersama teman, olahraga, atau sekadar memanjakan diri ke salon. “Doing what I like itu penting, supaya tetap waras menghadapi semua peran,” katanya sambil tersenyum.

Di tengah jadwalnya yang padat, Milu memilih mengekspresikan cinta lewat kehadiran secara sungguh-sungguh. Akhir pekan menjadi waktu emas untuk membangun kedekatannya dengan anak-anak, seperti mengantar mereka mengikuti kelas kursus, pergi ke gereja bersama, makan bersama, menonton film, hingga staycation singkat. Bahkan, memasak di rumah sesuai permintaan anak-anak menjadi bentuk kasih sayang sederhana yang ia berikan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info