Pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi biru berbasis pengetahuan menjadi komitmen Indonesia yang terus diperkuat. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial-ekonomi, menjaga kesehatan ekosistem laut, serta memperkuat ketahanan bagi generasi saat ini dan mendatang.
Demikian disampaikan dosen Hukum Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Kristianto dalam Hukumonline Hangout With Expert, Kamis (27/2/2025).
“Sebagai bagian dari misinya, pemerintah menargetkan perairan yang sehat, tangguh, dan produktif dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, strategi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian memperkuat ketahanan ekosistem laut, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan inklusif.
Baca juga:
- Ekonomi Biru Indonesia: Potensi Besar, Ancaman Lingkungan Mengintai
- Potensi Kolaborasi UNIDO - Hukumonline untuk Penguatan UMKM dan Ekonomi Biru
Untuk mencapai visi tersebut, Indonesia menetapkan sejumlah target ambisius. Antara lain meningkatkan kawasan lindung laut hingga 30 persen dari total perairan nasional, meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 15 persen. Serta memperluas lapangan kerja di sektor maritim hingga 12 persen.
Dia menuturkan langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan yang berkelanjutan. Sekaligus menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan degradasi lingkungan laut.
















