Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/BKPM, Delfinur Rizky Novihamzah, menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam pertumbuhan investasi Indonesia. Berbagai lembaga internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di kisaran lima persen. Bahkan Bank Dunia optimistis terhadap prospek ekonomi nasional di tengah tantangan yang dihadapi negara-negara Asia Timur dan Pasifik.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen guna mewujudkan visi Indonesia Emas, dengan rencana realisasi investasi sebesar 13.320 triliun rupiah dalam lima tahun ke depan, dua kali lipat dari periode sebelumnya,” ujar Delfinur dalam diskusi Hukumonline Hangout With Expert, Kamis (27/2/2025).
Dalam konteks ekonomi biru, Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen seafood terbesar kedua di dunia. Namun, kontribusi investasi di sektor kelautan dan perikanan masih tergolong kecil, yakni sekitar satu persen dari total investasi setiap tahunnya.
Untuk meningkatkan daya saing, BKPM telah menyusun peta jalan hilirisasi yang mencakup produk-produk unggulan di sektor kelautan seperti rajungan, rumput laut, garam, dan ikan tuna, cakalang, dan tongkol (TCT).
Baca juga:
- Potensi Kolaborasi UNIDO - Hukumonline untuk Penguatan UMKM dan Ekonomi Biru
- Mandat Konstitusi, 2 Elemen Penting Membangun Ekonomi Biru
Implementasi strategi ini diharapkan mampu menarik investasi hingga 681 miliar dolar AS, menciptakan tiga juta lapangan kerja, serta meningkatkan ekspor hingga AS$857,9 miliar. Meski memiliki potensi besar, pengembangan ekonomi biru harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemerintah menekankan pentingnya keseimbangan antara eksploitasi sumber daya laut dan pelestarian lingkungan, termasuk melalui perluasan kawasan konservasi, penerapan sistem penangkapan ikan berbasis kuota, serta pengawasan wilayah pesisir,” imbuh dia.
















