Indonesia memiliki data center dengan potensi pasar terbesar di dunia yang didukung dengan populasi dinamis serta tren aktivitas beragam. Peningkatan interaksi dan komunikasi yang pesat semakin menegaskan pentingnya pemenuhan infrastruktur digital dalam mendukung pembangunan dan investasi.
Executive Director Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Michael Abimanyu mengatakan di era transformasi digital yang masif, data center memainkan peran krusial. Setidaknya dengan potensi bisnis diperkirakan mencapai AS$ 625 juta pada tahun 2025. Data center berfungsi sebagai pusat pengelolaan, penyimpanan, dan pemrosesan data yang efisien serta aman bagi berbagai layanan digital.
Tren utama yang mendukung perkembangan data center saat ini berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi dan legislasi. Beberapa faktor pendorong pertumbuhan data center meliputi peningkatan adopsi AI, berkembangnya teknologi cloud, efisiensi energi hijau dan keberlanjutan, peningkatan kepadatan rak server. Serta pertumbuhan pasar baru, termasuk edge dan modular data center.
“Indonesia, sebagai bagian dari kawasan Asia Pasifik, mengalami pertumbuhan data center yang pesat, bahkan hampir dua kali lipat mendekati pertumbuhan di Amerika,” ujar Michael dalam Diskusi Publik Dentons HPRP Law and Regulation Outlook 2025 “Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonasi Lahan Data Center dan Terobosan AI di Sektor Kesehatan”, Kamis (20/2/2025).
Baca juga:
- Untung Rugi Penempatan Data Center di Dalam Negeri
- Berdekatan dengan Pemilu, Pengaturan Penempatan Data Center Ditunda

Executive Director Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Michael Abimanyu. Foto: WIL
Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian utama bagi para tenan penyedia cloud, colocation, maupun perusahaan dan pemerintah adalah keberlanjutan (sustainability). Perkembangan AI turut mendorong pertumbuhan data center. Terutama dengan kian canggihnya prosesor yang mendukung kebutuhan komputasi tinggi.
Di masa depan, menurut Michael performa data center akan bergantung pada pemanfaatan teknologi pendinginan yang lebih efisien, stabilitas operasional dengan emisi yang terkendali. Serta desain yang dirancang untuk memastikan ketahanan operasional dalam jangka panjang.
















