Ini Dampak Negatif Kebijakan Tarif Trump terhadap Ekonomi Domestik dan Global
Terbaru

Ini Dampak Negatif Kebijakan Tarif Trump terhadap Ekonomi Domestik dan Global

Banyak studi menunjukkan dampak negatif dari perang dagang terhadap perusahaan-perusahaan AS. Salah satunya adalah penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan tarif menyebabkan penurunan ekspor oleh perusahaan-perusahaan AS.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto: Tangkapan layar YouTube
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto: Tangkapan layar YouTube

Motivasi utama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam membuat kebijakan tarif diketahui adalah untuk menciptakan trade balancing atau keseimbangan perdagangan antara AS dengan mitra dagangnya.

Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menilai bahwa tujuan tersebut sangat sulit dicapai secara realistis. Meski kebijakan ini belum diterapkan sepenuhnya, Riefky menilai langkah tersebut bisa menjadi bentuk weaponization of tariff.

"Kita lihat memang masih sangat dinamis dan terus berkembang. Saat ini implementasinya juga sedang diundur selama 90 hari dan masih dalam tahap negosiasi," jelasnya dalam Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Webinar Series bertajuk ‘IHSG Anjlok, What to do?’, Selasa (15/4).

Baca juga:

Menurutnya, AS adalah ekonomi terbesar di dunia. Secara alami, AS menjadi vendor terbesar untuk berbagai produk global. Kalau mereka memaksakan trade balance dengan semua negara, maka pilihannya hanya dua, yakni mengurangi konsumsi atau mengenakan tarif tinggi.

“Kalau dia kemudian mau mendorong untuk trade balancing itu menjadi imbang dengan semua negara maka yang terjadi akan beberapa hal. Satu, either mereka mengurangi konsumsi-nya atau kedua, dia itu akan menerapkan tarif setinggi-tingginya ke negara lain,” paparnya.

Dua skenario tersebut, lanjut Riefky, sama-sama berisiko menimbulkan dampak negatif. Selain mengancam perekonomian domestik AS sendiri, langkah tersebut juga bisa memicu perlambatan ekonomi secara global.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info