Terbaru

Jelang Ramadhan-Idul Fitri, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lengkap-Booster

Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar masyarakat tidak bersikap memilih-milih vaksin karena vaksin yang disediakan telah teruji keamanan dan efikasinya.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 2 Menit
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Setkab.go.id
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Setkab.go.id

Pemerintah tengah gencar mendorong akselerasi vaksinasi Covid-19 dosis lengkap serta dosis lanjutan (booster) mendekati bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Senin (14/3/2022), kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) serta pengidap komorbid dijadikan target utama. Kebijakan ini untuk mendukung lancarnya kegiatan masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Langkah akselerasi dosis lengkap dan booster diperlukan demi mendukung jalannya kegiatan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Kita berharap agar jalannya aktivitas ibadah umat muslim dalam Ramadhan dan Idul Fitri nanti tetap dapat berjalan maksimal dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus,” ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan setelah menghadiri Rapat Terbatas secara online mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Senin (14/03/2022).

Luhut mengatakan anjuran vaksinasi dosis primer maupun dosis lanjutan terus digaungkan pemerintah kepada masyarakat. Luhut menggarisbawahi agar masyarakat tidak bersikap memilih-milih vaksin. Sebab vaksin yang disediakan telah teruji keamanan dan efikasinya. “Ini semua kerja sama kita. Sekali lagi saya imbau, semua kita dari sekarang masih ada dua minggu sebelum bulan Ramadhan untuk kita mempercepat vaksinasi ini dan itu untuk keamanan kita semua juga,” kata dia.

Dia menilai penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia senantiasa menunjukkan perbaikan signifikan. Bahkan pada sepekan terakhir, didapati tren penurunan kasus konfirmasi dan tingkat rawat inap dalam skala nasional. Kondisi penanganan pandemi terus dipantau oleh Pemerintah, terutama dampak berarti dengan turunnya tren kasus terkonfirmasi positif dan tingkat rawat inap. Luhut menerangkan pada Senin (14/3/2022), jumlah kasus tercatat ada di bawah 10.000 dengan jumlah kesembuhan lebih dari 39.000.

Baca:

Sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut menegaskan adanya penurunan signifikan dari jumlah kasus serta tingkat perawatan di rumah sakit seluruh wilayah Jawa-bali. Tak hanya itu, angka dari kabupaten/kota yang masuk level 2 dari hasil asesmen minggu ini juga meningkat.

Pemerintah tetap memiliki atensi atas penurunan tingkat kematian yang masih berjalan lambat terutama di wilayah Jawa Tengah. Hal ini terjadi karena banyak penderita Komorbid yang terpapar Covid-19 dan belum melakukan vaksin lengkap. “Saya mengingatkan bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau lansia untuk segera dirawat di rumah sakit jika (terkonfirmasi) positif Covid-19,” pintanya.

Mengenai tidak diberlakukannya syarat tes Covid-19 untuk pelaku perjalanan domestik, Luhut meminta para kepala daerah untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dari testing dan tracing. Sebab, kebijakan tersebut akan berdampak pada penurunan jumlah testing dan tracing. Untuk itu, agar identifikasi kasus dan menghindari terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 berdampak pada positivity rate Indonesia, pemerintah membutuhkan bantuan pemerintah daerah.

Tags:

Berita Terkait