Yusril menegaskan dalam negara demokrasi setiap pihak harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati perbedaan pandangan. Kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun.
“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Aparat penegak hukum, terutama Polri diminta Yusril mengusut kasus ini, tidak hanya menjerat pelaku lapangan, tapi juga dalangnya. “Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” tegasnya.
Dari informasi yang dihimpun Yusril menyebut pola serangan mengindikasikan adanya perencanaan yang terorganisir, sehingga proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada tingkat pelaku di lapangan. Sampai saat ini Polri masih bekerja menelusuri kasus ini dan belum ada hasil yang bisa disampaikan kepada publik.
Hal senada disampaikan menteri HAM Natalius Pigai, mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS. Tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya melukai korban, juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara.
“Saya sebagai Menteri HAM mengutuk keras penyiraman air keras tersebut. Saya meminta aparat kepolisian segera mencari pelaku, mengusut tuntas motifnya, dan memproses hukum secara objektif agar korban mendapatkan rasa keadilan,” ujar mantan komisioner Komnas HAM itu.
Pigai menegaskan negara melarang segala bentuk kekerasan atau tindakan yang menyerang individu dan kehormatan warga negara. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat mengusut tuntas perkara ini untuk menegakkan keadilan. Kementerian HAM berkomitmen melindungi setiap warga negara dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, mengatakan Polri dalam tahap memeriksa para saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Pengumpulan berbagai alat bukti itu tengah dianalisa. Sampai saat ini setidaknya 2 saksi sudah diwawancara. "Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV kemudian dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat segera teridentifikasi segera," urainya kepada awak media.
Johnny mengatakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengarahkan kepada Polri untuk berkomitmen mengungkap kasus ini. Perkara ini dijanjikan bakal diusut secara transparan dan tanpa pandang bulu.
















