“Kira-kira apa yang didapat KPK dari pemeriksaan terhadap Sri Mulyani di Amerika Serikat,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Anggota Timwas lainnya, Indra, berpandangan KPK seolah jalan di tempat dalam menangani kasus Century. Menurutnya, KPK terlihat enggan memberikan data kepada Timwas. Politisi PKS ini meminta KPK profesional dalam menyelesaikan kasus tersebut.
Angoota Timwas lainnya, Syarifudin Sudding, menambahkan tidak ada hal baru dari dokumen yang diberikan KPK kepada Timwas. Sudding mempertanyakan kredibilitas pimpinan KPK dalam menangani kasus tersebut. Pasalnya, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III, pimpinan berjanji akan menyelesaikan kasus Century dalam waktu satu tahun.
“Kasus ini mudah dibongkar, tidak sebatas Budi Mulya,” ujar politisi Partai Hanura itu.
Menanggapi desakan tersebut, Abraham akhirnya mempersilahkan anggota Timwas datang ke kantor KPK untuk melihat hasil pemeriksaan terhadap Sri Mulyani. Namun, Abraham menegaskan bahwa pemberian informasi itu bukan dalam rangka Timwas melakukan pengawasan.
“Kalau dibutuhkan, silakan datang ke KPK. Tapi kami tidak akan buka ke publik. Kita ini transparan dan senang diawasi. Kalau ingin mengetahui lebih rinci silakan datang,” pungkasnya.
















