Sementara itu, respons ketiga adalah penggunaan skema tarif tetap (fixed fee), yang kini dinilai semakin relevan dengan dukungan AI. Dario menekankan, peran AI di balik layar atau yang ia sebut sebagai “unsexy AI” menjadi kunci dalam mengelola risiko pada model ini.
Dengan analisis data historis dan pemantauan biaya secara real time, firma hukum kini dapat memperkirakan biaya suatu perkara dengan lebih akurat. Hal ini memungkinkan penerapan tarif tetap dengan risiko yang lebih terkontrol.
“Dulu fixed fee sangat berisiko bagi firma. Tapi sekarang, dengan AI, kita bisa mengetahui pola biaya secara lebih jelas dan bahkan menambahkan risk premium,” ujarnya.
Buschor menegaskan, isu penetapan tarif di era AI bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan berkaitan erat dengan kepemimpinan. “Pricing bukan percakapan teknologi, ini adalah percakapan kepemimpinan,” tegasnya.
















