"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan finansial. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian alumni terhadap generasi penerus," katanya.
Selain itu, IKAFH Undip mengembangkan pemikiran tokoh-tokoh besar Fakultas Hukum Undip melalui Satjipto Rahardjo Institute. Lembaga ini dinamai berdasarkan salah satu tokoh besar di Undip, Prof. Satjipto Rahardjo, yang dikenal sebagai salah satu pelopor hukum Indonesia dan aktif mengadakan riset, seminar, dan diskusi yang mendukung pengembangan hukum di Indonesia.
Program lain yang tak kalah penting adalah pembentukan Diponegoro Center for Criminal Law, yang berfokus pada pengembangan hukum pidana. Lembaga ini telah berhasil mempopulerkan kembali pemikiran-pemikiran tokoh besar FH Undip melalui publikasi dan diskusi akademik.
“Selain itu, kami menyelenggarakan program Alumni Goes to Campus, di mana alumni kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman tentang profesi mereka. Program ini membantu mahasiswa memahami berbagai pilihan karier di masa depan dan membangun mindset yang lebih jelas terkait profesi yang akan mereka tekuni,” ujarnya.
Ia juga berhasil menjadikan IKAFH Undip sebagai mitra resmi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Organisasi ini membantu mahasiswa FH Undip mendapatkan pengalaman kerja di kementerian, lembaga pemerintah, perusahaan, dan organisasi lainnya.
"Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa FH Undip memiliki akses yang luas ke dunia profesional sehingga mereka siap bersaing di pasar kerja," jelasnya.
Selain itu, IKAFH Undip juga aktif dalam kegiatan budaya dan hiburan melalui penyelenggaraan Sing Guyub Festival, sebuah konser tahunan yang menghadirkan artis-artis papan atas seperti Gigi, The Changcuters, hingga Maliq & D’Essentials.
















