Konsekuensinya, kata Ogi, manfaat polis mengalami penurunan serta direklasifikasi liabilitas pemegang polis pasif. Alhasil, defisit ekuitas AJBB menurun secara signifikan. Menurutnya, OJK masih mengkaji RPK yang diajukan AJBB dengan melakukan onsite supervisory presence untuk memastikan kesiapan AJBB. Selain itu, bakal memberikan pernyataan tidak keberatan sepanjang penilaian OJK dalam upaya penyelesaian defisit dilakukan dengan governance yang baik.
“Dan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dan memperhatikan kepentingan pemegang polis secara lebih luas,” imbuhnya.
Sedangkan PT Jiwasraya, OJK memberikan pernyataan tidak keberatan atas RPK melalui surat S-449/NB.2/2020 22 Oktober 2020. Berdasarkan hasil pemantauan OJK beberapa kegiatan pokok dalam RPK telah dilaksanakan. IFG life yang menerima pengalihan telah diperkuat permodalannya melalui tambahan modal baik dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan IFG.
Menurutnya, restrukturisasi polis telah dilaksanakan dengan pengalihan polis yang setuju restrukturisasi dari Jiwasraya ke IFG life. Terhadap polis yang belum dialihkan, OJK meminta Jiwasraya untuk menyesuaikan RPK sehingga mencerminkan keadaan terkini. Dalam mendukung proses penyelesaian pengalihan portofolio polis, masih diperlukan adanya tambahan modal dari pemegang saham sehingga semua polis yang telah setuju restrukturisasi dapat dialihkan seluruhnya ke IFG Life.
“Jiwasraya harus menyampaikan RPK yang dapat menyelesaikan pengalihan portofolio bagi seluruh pemegang polis yang menyetujui restrukturisasi,” pungkasnya.
















