Road to Top 100 Indonesian Law Firms 2022

Kunci Sukses Makarim & Taira S. Counsellors at Law: Integritas Hingga Manajemen Konflik

Hasil survei kantor hukum Indonesia tahun 2021, kantor hukum Makarim & Taira S. Counsellors at Law menempati posisi ke-11 yang memiliki fee earners sebanyak 53. Rinciannya, 10 partner; 40 associate; 2 of counsel; 1 advokat asing.

Oleh:
Aida Mardatillah
Bacaan 2 Menit
Managing Partner Makarim & Taira S. Counsellors at Law, Lia Alizia. Foto: RES
Managing Partner Makarim & Taira S. Counsellors at Law, Lia Alizia. Foto: RES

Sebagian besar kantor hukum tahun 1980-1990 lahir dari “sentuhan” mendiang Adnan Buyung Nasution yang baru mendirikan kantor hukum bernama Adnan Buyung Nasution & Assosiates (ABNA) pada 1969. Disusul berdirinya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada 1971. 

Kantor advokat ini memainkan peran penting dalam pengelolaan praktik jasa hukum modern. Setidaknya ada sembilan kantor hukum yang lahir dari ABNA di era tahun 1980-1990 ini. Salah satunya kantor hukum Makarim & Taira (M&T) pada 1980 yang kini Bernama Makarim & Taira S. Counsellors at Law.

Selama 42 tahun, M&T telah membina jejaring kuat dengan sejumlah klien besar dengan cakupan layanan mulai dari hukum korporasi, perbankan, maupun litigasi. M&T terdiri atas para konsultan hukum berpengalaman dan berwawasan, yang benar-benar mengenali kebijakan ataupun regulasi industri Indonesia yang kompleks serta dinamis.

Area praktik jasa hukum yang dilakukan meliputi bidang penerbangan, perbankan dan keuangan, pasar modal, konstruksi, fintech, investasi, waralaba, hotel dan pariwisata, kepailitan dan restrukturisasi, kekayaan intelektual, IT dan telekomunikasi, litigasi dan penyelesaian sengketa, merger dan akuisisi, proyek pertambangan dan energi, daya dan infrastruktur, real estate, dan transportasi.

Eksistensi dan kompetensi M&T tidak lepas dari tangan dingin dua pendirinya yakni Nono Anwar Makarim dan Frank Taira Supit. Sejak kuliah di Universitas Harvard, keduanya sepakat mendirikan sebuah kantor hukum pada 1980. Tak heran M&T selalu dikenal baik di Indonesia maupun dunia internasional sebagai firma hukum terkemuka. Di kalangan kantor hukum Indonesia, tidak jarang M&T digunakan sebagai acuan bagi kantor-kantor hukum lain.

Serangkaian penghargaan sebagai kantor pengacara terbaik secara nasional dan internasional telah diraihnya. Firma hukum ini telah masuk dalam kategori Outstanding Firm Asialaw Profile pada 2016 hingga 2019 dan IFLR 1.000 Top Tier Firm (2016-2019). M&T juga menjadi kandidat yang masuk dalam Shortlisted Chambers Asia-Pasific Award 2018; Benchmark Litigation Asia-Pasific Rankings; serta Asian Legal Business Merger & Acquisitions Rankings.

Sepak terjang M&T tentu tidak berhenti sampai di situ. Senantiasa berupaya meningkatkan kualitas dan layanan hukum, M&T siap memberi layanan hukum terbaik kepada klien. Terbukti, hasil Survei Kantor Hukum Indonesia 2021, M&T masuk dalam jajaran peringkat Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2021. Kantor hukum Makarim & Taira S. Counsellors at Law menempati posisi ke-11 yang memiliki fee earners sebanyak 53. Rinciannya, 10 partner; 40 associate; 2 of counsel; 1 advokat asing.

Dalam Era industri 4.0 menyuguhkan beragam kemudahan. M&T paham betul situasi ini. Karenanya, ia berupaya untuk terus beradaptasi dan berinovasi, salah satunya dengan penggunaan teknologi. Nah, untuk mengetahui lebih jauh cara Makarim & Taira S mengelola kantor hukum dan nilai-nilai yang ditanamkan, sehingga bisa survive dan besar seperti saat ini, berikut ini hasil wawancara ekslusif melalui platform Zoom dengan Managing Partner Makarim & Taira S. Counsellors at Law, Lia Alizia pada Senin 18 April 2022. Yuk, simak hasil wawancara kami melalui video berikut ini!

Tags:

Berita Terkait