Lewat Film 12 Mile, Kisah Prof. Mochtar Kusumaatmadja dan Negara Kepulauan Indonesia Diabadikan
Terbaru

Lewat Film 12 Mile, Kisah Prof. Mochtar Kusumaatmadja dan Negara Kepulauan Indonesia Diabadikan

Perjalanan Prof. Mochtar Kusumaatmadja dari Deklarasi Djuanda hingga perjuangan panjang menuju pengakuan UNCLOS diabadikan melalui film 12 Mile: Guiding the Archipelago, hasil kolaborasi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran bersama berbagai tokoh ternama.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
12 Mile: Guiding the Archipelago merupakan film semidokumenter biopik yang mengangkat perjalanan hidup Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Foto: Istimewa
12 Mile: Guiding the Archipelago merupakan film semidokumenter biopik yang mengangkat perjalanan hidup Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Foto: Istimewa

Nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja telah lama dikenal luas di kalangan insan hukum, khususnya mereka yang mengkaji hukum internasional. Jejak pengabdiannya membentang panjang, dari dunia akademik hukum internasional sampai dengan panggung kenegaraan, memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam berbagai forum global.

Bagaimana tidak? Sosoknya tak terpisahkan dari Deklarasi Djuanda 1957, sebuah catatan bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus penegakan kedaulatan Ibu Pertiwi. Deklarasi itu menjadi tonggak penting yang kelak berkembang menjadi konsep negara kepulauan, gagasan yang diusung dan diperjuangkan olehnya hingga akhirnya diakui dalam Konvensi Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Atas jasa besarnya, Prof. Mochtar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2025 lalu oleh Presiden RI. Kisah hidup dan perjuangannya selama lebih dari dua dekade itu kini diabadikan dalam film 12 Mile: Guiding the Archipelago. Film tersebut pertama kali diputar dalam penayangan yang digelar secara eksklusif di Djakarta Theater XXI.

Baca Juga:

“Mungkin pertama-tama kami sampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah first screening. Jadi Ibu-ibu dan Bapak-bapak semua itu kami pandang sebagai stakeholder utama dari film Prof. Mochtar,” ujar Produser Eksekutif, M. Agus Imanuddin, di hadapan ratusan penonton di Studio 1, Selasa (4/2) malam.

Film ini melibatkan banyak pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan Prof. Mochtar, mulai dari keluarga hingga rekan-rekan akademisi Universitas Padjadjaran. Sejumlah nama yang muncul dalam film antara lain putra Prof. Mochtar yakni Rachmat Askari Kusumaatmadja, Prof. Armida Alisjahbana, Prof. Etty R. Agoes, Prof. Mieke Komar, Prof. Djuhaendah Hasan, Prof. Edy Damian, Prof. Rina Indiastuti, serta tokoh-tokoh terkemuka lainnya.

Ratusan orang dari berbagai latar belakang tampak memadati bangku penonton studio. Hadir perwakilan sivitas akademika Universitas Padjadjaran, Kementerian Luar Negeri RI, serta sejumlah kalangan yang mengikuti perjalanan perjuangan Prof. Mochtar. Agus menuturkan bahwa film yang telah digarap dari akhir tahun 2024 ini menjadi bagian dari upaya panjang mendorong pengakuan negara atas jasa Prof. Mochtar.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info