Memasuki awal tahun 2026, Hukumonline kembali membuka pendaftaran ajang pemeringkatan bergengsi Top 100 Indonesian Law Firms 2026. Pendaftaran telah dibuka sejak 9 Februari dan akan ditutup pada 6 Maret 2026. Artinya, waktu tersisa semakin terbatas.
Ajang penghargaan Top 100 Indonesian Law Firms 2026 terbuka bagi kantor hukum yang ingin memperkuat reputasi dan memperluas eksposur di tingkat nasional, sehingga ini menjadi momentum yang tidak boleh dilewatkan. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedelapan ajang penghargaan prestisius bagi kantor hukum tersebut.
Selama tujuh tahun terakhir, pemeringkatan ini menjadi salah satu referensi penting bagi publik dan pelaku usaha dalam mencari konsultan hukum terpercaya. Kantor hukum yang masuk dalam daftar tidak hanya memperoleh pengakuan atas profesionalisme dan kinerja, tetapi juga meningkatkan kredibilitas di mata klien dan pasar.
Research & Awards Manager Hukumonline, Katon Baskoro, menegaskan ajang ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi kantor hukum dalam memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat. Melalui pemeringkatan ini, kantor hukum juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, serta inovasi dalam praktik hukum.
Baca juga:
- Ajang Bergengsi Firma Hukum: Top 100 Indonesian Law Firms 2026 Dibuka, Segera Daftar!
- Makin Melesat! Top 100 Indonesian Law Firms 2025 Catat Kenaikan Responden dari Berbagai Provinsi
Proses pemeringkatan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari kantor hukum sebagai responden. Pengisian dilakukan melalui platform Google Form berdasarkan kuesioner yang telah didistribusikan melalui email. Data yang diminta mencakup jumlah fee earners (Partner, Senior Associate, Of Counsel, Advokat Asing), tahun berdiri, basis kantor, riwayat perkara atau transaksi dalam satu tahun terakhir, serta sejumlah indikator lainnya.
Top 100 Indonesian Law Firms 2026 menetapkan 20 kategori pemeringkatan dengan parameter yang telah disusun secara konseptual. Untuk menjaga kredibilitas, proses akan melalui tahap validasi dan verifikasi data secara acak dan selektif.
















