Dyah Permata Budi Asri, dosen Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul menambahkan untuk dapat terbit di Scopus ada sejumlah hal yang diperhatikan. Misalnya peninjau tidak hanya melihat dari penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan, tetapi dewan editor juga akan menggunakan bahasa Inggris dan ini merupakan salah satu kolaborasi pengelolaan jurnal.
"Kita berupaya me-review sebelum deadline karena ketika deadline ada proses lain, kalau Scopus akan dikembalikan lagi ke kita sesuai atau tidak lalu ada reviewer lain juga. saya lihat dari kesesuaian jurnal, ada jurnal yang kalau meminta kita ada format baku, ada substansi ada metodologi, direview per item," ucapnya.
Kemudian juga akan dilihat apa yang menjadi kelemahan hasil penelitian. Data yang valid juga merupakan hal yang cukup penting dalam sebuah jurnal, begitupun mengenai metode pengolahan data juga harus bisa dipertanggungjawabkan.
"Kalau di Fakultas Hukum, jenis metodologinya beda ya, saya kadang review jurnal ekonomi, emang bener-bener kuantitatif, di Fakultas Hukum itu kualitatif, nah kalau di luar negeri itu dipertanyakan. Kalau kita orang hukum tidak main tabel kan, nah data itu perlu divalidasi," tuturnya.
















