Hukumonline juga menemukan lebih banyak data soal keterlibatan perempuan dalam kantor hukum. Tentu saja data ini tidak bisa diabaikan untuk mendapatkan apresiasi sebagai juara. Secara khusus, Hukumonline mengambil perspektif keterlibatan perempuan dalam kantor hukum sejak tahun ini.Penilaiannya berdasarkan jumlah partner perempuan terbanyak dari masing-masing kantor hukum yang terdaftar dalam survei Top 100 Indonesian Law Firms 2022. Pemenangnya berhak mendapat gelar juara kategori Law Firm with Most Female Partners of the Year.
Secara keseluruhan, tidak ada perubahan indikator pada pemeringkatan kantor hukum tahun kelima ini. Pemeringkatan tetap berdasarkan pada indikator utama yaitu jumlah fee earners. Analisis pemeringkatan lapis kedua dilakukan apabila ada dua atau lebih kantor hukum yang peringkatnya yang sama. Kondisi ini akan dinilai lebih lanjut dengan cara perbandingan atau melihat jumlah subindikator (partner, associate, of counsel dan advokat asing) secara berurutan.
Perlu dicatat, semakin banyak kantor hukum yang memiliki fee earners lebih besar dalam tiap kategori membuka peluang perpindahan peringkat kantor hukum (full service/litigasi/non-litigasi) dari kelas kategori largest ke midsize. Jangan heran jika ada kantor hukum yang turun peringkat ke kelas kategori midsize. Hal itu bisa terjadi karena ada kantor hukum lain yang menggeser posisinya disebabkan jumlah fee earners bertambah lebih banyak. Kondisi ini sangat memungkinkan pada beberapa kantor hukum karena ada variabel jumlah fee earners yang dinamis dari tahun ke tahun.
Apakah law firm Anda akan menyabet gelar juara dalam Top 100 Indonesian Law Firms 2022? Nantikan berita selengkapnya hanya di Hukumonline!
















