Mencari Solusi Kebijakan Melalui Layanan “Smart Health” Jakarta
Mencari Solusi Kebijakan Melalui Layanan “Smart Health” Jakarta
Terbaru

Mencari Solusi Kebijakan Melalui Layanan “Smart Health” Jakarta

Penyelesaian pandemi Covid-19 tidak dapat dilakukan pemerintah saja, melainkan pihak lain termasuk swasta juga harus terlibat.

Oleh:
Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit
Webinar Multi-stakeholder Dialogue 5: Pendekatan Cerdas Menuju Kota dan Komunitas yang Sehat. Foto: RES
Webinar Multi-stakeholder Dialogue 5: Pendekatan Cerdas Menuju Kota dan Komunitas yang Sehat. Foto: RES

Permasalahan kesehatan menjadi hal utama yang wajib diperhatikan dalam masyarakat. Pandemi Covid-19 menyadarkan semua pihak bahwa perilaku masyarakat tentang pencegahan penyakit masih rendah. Selain itu, kebijakan pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19 juga belum menyentuh sisi hulu sehingga terjadi ledakan jumlah penderita meski terdapat vaksinasi.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Pelaksana Komunikasi dan Pemasaran Jakarta Smart City, Rika Zikriyyah. menyampaikan penyelesaian pandemi Covid-19 tidak dapat dilakukan pemerintah saja, melainkan pihak lain termasuk swasta juga harus terlibat.

“Pemerintah tidak bisa sendiri atasi pandemi. Kolaborasi sangat diperlukan. Saat jumlah rendah masih bisa di-handle pemerintah. Namun disadari bersama ternyata pada pertengahan 2021 kasus meningkat kami rasakan perlu kolaborasi antar kepentingan semakin perlu,” jelas Rika dalam acara Multi-stakeholder Dialogue 5: Pendekatan Cerdas Menuju Kota dan Komunitas yang Sehat, Rabu (7/7).

Rika juga menjelaskan terdapat program digitalisasi layanan bagi masyarakat atau Smart Health sehingga membantu dalam akses layanan kesehatan. Selain itu, sehubungan pandemi Covid-19, pemerintah DKI Jakarta juga menyelenggarakan program mobil vaksin sehingga dapat menjangkau masyarakat yang sulit menuju lokasi vaksinasi. 

Kepala Ahli Strategi, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), dr. Yurdhina Meilissa menyampaikan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah menyaingi reproduksi India. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena risiko pertambahan dapat terjadi ke depannya. (Baca: 3 Ancaman Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi Covid-19)

Menurutnya, solusi layanan kesehatan berbasis teknologi Smart Health dapat menjadi alternatif. Namun, dia menekankan pentingnya pencegahan dari sisi hulu atau masyarakat. Hal ini karena risiko pertambahan tetap terjadi jika pencegahan masih lemah.

Selain itu, dia juga mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung pada program-program pemerintah dalam pandemi Covid-19. “Kualitas kantor, rumah, transportasi umum harus diperhatikan. Saat ini, berbagai solusi belum efektif menghentikan penyebaran. Vaksinasi juga belum cukup,” jelasnya.

Tags:

Berita Terkait