Naomi Elvienne yang akrab disapa Naomi, memulai kariernya sebagai seorang lawyer di kantor hukum internasional, yang memberikan fondasi kuat dalam berpikir strategis, memahami kompleksitas transaksi, ketelitian dalam drafting, serta menjunjung standar profesionalisme yang tinggi.
Peralihan menjadi in-house counsel di sektor energi, khususnya di Medco Power sebagai salah satu perusahaan energi nasional terkemuka, membawa dimensi yang berbeda. Pengalaman ini membuat Naomi memahami hukum, sekaligus bisnis, risiko, dan realita operasional.
Sebagai perempuan yang berkarier di sektor energi, ada kenyataan yang tidak dapat diabaikan, yaitu bahwa industri ini secara historis didominasi oleh perspektif maskulin. Dalam berbagai forum, baik negosiasi, pertemuan teknis, maupun diskusi strategis, Naomi kerap berada dalam posisi sebagai satu dari sedikit, bahkan terkadang satu-satunya perempuan di dalam ruangan.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait aspek representasi, tetapi juga mencakup upaya membangun kredibilitas, menyampaikan pandangan secara asertif, serta mempertahankan profesionalisme dalam lingkungan yang belum sepenuhnya inklusif.
Di sisi lain, kondisi tersebut justru membuka ruang bagi perempuan untuk menghadirkan pendekatan yang berbeda. Ketelitian, sensitivitas terhadap dinamika, serta orientasi kolaboratif menjadi nilai tambah yang relevan dalam proses kerja. Pendekatan ini bukan untuk menggantikan praktik yang telah ada, melainkan untuk melengkapi dan memperkaya kualitas pengambilan keputusan.
Dalam perannya sebagai in-house counsel, Naomi menekankan pentingnya pergeseran perspektif dari sekadar what the contract says menjadi what the contract means for the business. Peran lawyer tidak lagi terbatas pada identifikasi risiko, tetapi juga mencakup penyusunan solusi yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan bisnis.
Naomi menerapkan prinsip always go beyond the clause, di mana setiap klausul dikaji tidak hanya dari sisi redaksional, tetapi juga dari implikasi finansial, dampak terhadap timeline proyek, serta keberlakuannya secara operasional maupun transaksional. Pendekatan ini menuntut adanya cost-benefit analysis yang konsisten, bahwa tidak semua risiko harus dieliminasi, melainkan dikelola, dan tidak semua proteksi maksimal selalu menjadi opsi paling optimal.
Menurut Naomi, analisis tersebut tidak selalu memerlukan model yang kompleks. Dalam praktiknya, simple logic dengan disertai pemahaman bisnis yang kuat sering kali menjadi kunci untuk menyederhanakan isu kompleks menjadi keputusan yang actionable.
Untuk semakin memperkuat relevansi pendekatan tersebut, Naomi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai Medco Leadership Behaviors yang menjadi pedoman dalam menjalankan perannya.
















