Nyambi Guru Kursus, Jerica Putri Wisudawati Terbaik FH Unika Atmajaya Terinspirasi Advokat Berintegritas
Utama

Nyambi Guru Kursus, Jerica Putri Wisudawati Terbaik FH Unika Atmajaya Terinspirasi Advokat Berintegritas

Advokat seharusnya menjadi pelayan masyarakat, tidak memandang status sosial maupun kemampuan finansial klien yang membutuhkan bantuan hukum.

Ady Thea DA
Bacaan 4 Menit

Hukumonline.com

Jerica berpose bersama kedua orang tua seusai yudisium. Foto: Istimewa

Jerica menyukai hukum perdata karena menurutnya unik dan menarik. Misalnya dalam dua kasus wanprestasi yang berbeda, sekalipun prinsip dasarnya sama, tapi setiap kasus punya latar belakang dan pihak yang berbeda. Sehingga muncul tantangan yang unik pada setiap kasusnya. Hukum perdata sebagai dasar untuk mempelajari berbagai bidang hukum lain seperti hukum ekonomi dan bisnis, perdata internasional dan lain sebagainya.

Motivasinya terhadap advokat berintegritas mendorong Jerica untuk mengampu profesi hukum tersebut. Dia terinspirasi advokat Ronny Talapessy yang berpidato dalam perhelatan yudisium Unika Atma Jaya Jakarta beberapa waktu lalu yang menyebut karir moncernya sebagai advokat tak lepas dari kerja-kerja pro bono yang sering dilakukan sepanjang karir. Jerica mengagumi dan menghargai ketulusan advokat tak sekedar mengejar prestasi, tapi juga melayani masyarakat. 

“Advokat seharusnya menjadi pelayan masyarakat yang tidak memandang status sosial maupun kemampuan finansial klien yang membutuhkan bantuan hukum,” harapnya.

Tantangan

Sekalipun menyandang status sebagai lulusan terbaik, bukan berarti proses studinya selalu berjalan mulus. Jerica menghadapi berbagai tantangan selama menempuh studi sarjana hukum. Sejak awal kuliah pertengahan tahun 2020 seluruh negara termasuk Indonesia berjuang menghadapi pandemi Covid-19. 

Hal itu berdampak terhadap kegiatan perkuliahan yang terbatas dalam melakukan kegiatan tatap muka. Kondisi itu membuatnya merasa tidak adil dan bertekad untuk memaksimalkan waktu perkuliahan yang tersisa ketika pandemi berakhir. Bersyukur kegiatan perkuliahan kembali normal pada semester lima.

Tugasnya sebagai mahasiswa menyambi kerja mengelola online shop dan guru kursus yang mengajar berbagai mata pelajaran antara lain bahasa Inggris, dan matematika. Menyeimbangkan kegiatan kuliah sambil bekerja itu ternyata tidak mudah. Tapi dengan penuh keyakinan tantangan itu dapat diatasi sebab setiap pekerjaan menambah pengalaman berharga.

Tak ada saran dan tips khusus dari Jerica bagi mahasiswa hukum agar mampu berprestasi dan meraih IPK tertinggi. Kunci utamanya hanya rajin, tekun, dan punya motivasi. Mahasiswa FH harus paham ketika lulus akan mengampu bidang hukum, sehingga perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai bentuk tanggung jawab. Sekalipun berhasil meraih IPK tinggi, jangan terlalu bangga sebab perjalanan masih panjang untuk membuktikan diri sebagai praktisi hukum terbaik. 

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info