Pengangguran Dapat Pelatihan Kerja Gratis
Pengangguran Dapat Pelatihan Kerja Gratis
Berita

Pengangguran Dapat Pelatihan Kerja Gratis

Pelatihan akan dilaksanakan lewat Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh daerah.

Oleh:
ADY
Bacaan 2 Menit
Menakertrans Muhaimin Iskandar. Foto: SGP
Menakertrans Muhaimin Iskandar. Foto: SGP
Mengurangi jumlah pengangguran merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Oleh karenanya pemerintah lewat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menggelar program pelatihan kerja untuk penganguran. Kali ini Kemenakertrans membuka kesempatan pelatihan untuk 57.147 orang yang akan dilaksanakan di BLK yang tersebar di seluruh daerah. Menurut Menakertrans, Muhaimin Iskandar, pelatihan itu dapat dimanfaatkan para pencari kerja dan pengangguran agar lebih mudah mendapat pekerjaan.

Muhaimin menjelaskan pelatihan kerja itu akan dilakukan secara berkala selama 2014 dan dilaksanakan di 13 BLK Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) yang merupakan milik Kemenakertrans serta 253 BLK Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) milik Pemda tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.

"Program pelatihan keterampilan dan kompetensi kerja ini kami berikan secara gratis. Jadi para pencari kerja dan pengangguran harus memanfaatkan kesempatan ini secara optimal sebagai bekal mendapatkan pekerjaan yang ideal," kata Muhaimin di Jakarta,  Rabu (19/3).

Bagi Muhaimin para pencari kerja dan pengangguran harus memanfaatkan berbagai fasilitas dan program pelatihan kerja yang ada di BLK daerah masing-masing. Sehingga mereka dapat memiliki keterampilan dan kompetensi kerja sesuai yang dibutuhkan lapangan kerja yang ada.

Pasalnya, Muhaimin melanjutkan, untuk mendapat pekerjaan tidak hanya dibutuhkan ijazah pendidikan, tapi juga keterampilan dan kompetensi. Ia melihat saat ini terdapat lowongan kerja di berbagai bidang. Namun, lowongan kerja itu hanya menerima tenaga kerja yang punya kompetensi dan keteramilan yang diharapkan industri yang bersangkutan.

“Dengan mengikuti program pelatihan kerja di BLK, maka para pencari kerja dan pengangguran dapat meningkatkan keterampilan kerjanya sesuai kebutuhan pasar kerja dan segera mengisi lowongan kerja yang tersedia di perusahaan. Selain itu peserta pelatihan pun dapat berwirausaha secara mandiri,“ urai Muhaimin.

Berbagai jenis pelatihan keterampilan yang digelar BLK diantaranya otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektronik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan. Pelatihan itu dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan yang ada di masing-masing daerah.

Selain itu Muhaimin mengatakan pelatihan kerja di BLK sifatnya fleksibel, mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan industri. Ia berharap lewat pelatihan kerja itu jumlah pengangguran semakin berkurang dan tercipta masyarakat yang mampu berwiraswasta.

Muhaimin mengakui belum semua BLK di daerah punya kualitas, kapasitas pelatihan dan infrastruktur yang memadai karena terbatasnya anggaran. Akibatnya banyak BLK UPTD yang perlu pembenahan menyeluruh agar sesuai dengan standar BLK pusat milik Kemenakertrans. Sejumlah hal yang perlu dibenahi diantaranya infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan serta manajemen pengelolaan BLK .

"Pembenahan BLK itu akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengikuti standar atau berpatokan pada 13 BLK UPT pusat milik Kemnakertrans yang kondisinya sudah sangat baik," tutur Muhaimin.

Kadisnakertrans DKI Jakarta, Priyono, mengatakan selama ini Disnakertrans Jakarta menggelar pelatihan kerja secara gratis. Pelatihan itu dilaksanakan di tujuh BLK milik Pemda Jakarta. Dalam setahun jumlah warga Jakarta yang ikut pelatihan kerja gratis di BLK itu mencapai 5-6 ribu orang. Sedangkan anggaran pelatihan itu diambil dari APBD Jakarta. “Selama ini kami di Jakarta melaksanakan pelatihan kerja itu secara gratis,” tukasnya.

Priyono menjelaskan pelatihan kerja yang digelar Disnakertrans Jakarta selama ini meliputi bermacam bidang keterampilan dan keahlian. Seperti las, komputer, administrasi dan reparasi telepon genggam. Sedangkan peserta didik yang selesai menjalani pelatihan sebagian besar terserap lapangan kerja yang ada. Sebagian kecil membuka wirausaha. Minimnya lulusan peserta pelatihan kerja untuk terjun berwirausaha akibat keterbatasan modal. “Kami tidak memberikan bantuan modal, hanya pelatihan kerja,” tuturnya.

Untuk program pelatihan kerja gratis yang diselenggarakan Kemenakertrans, Priyono menyebut biasanya anggarannya berasal dari APBN. Tapi sampai berita ini dibuat ia belum mengecek lebih lanjut apakah pihak Kemenaketrans telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Jakarta untuk melaksanakan program pelatihan kerja gratis tersebut.
Tags:

Berita Terkait