
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipias) Prof Yusril Ihza Mahendra saat memberi sambutan. Fotografer/RES
“Ketika Mahkamah Konstitusi dibentuk, saya sudah berpikir tidak ada orang yang lebih pantas memimpin lembaga itu selain Pak Jimly,” sebut Prof Yusril.
Senada, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pemikiran Prof Jimly, termasuk soal desain kekuasaan dan etika politik, telah memberikan arah penting dalam pembangunan sistem demokrasi Indonesia. Selain itu pemikiran Prof Jimly selalu relevan dengan dinamika politik dan demokrasi Indonesia. Salah satu gagasan penting Prof Jimly soal perlunya pembenahan sistem politik, khususnya partai politik, sebagai fondasi utama demokrasi.

Mantan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Fotografer/RES
“Kalau ingin memperbaiki bangsa ini, mulailah dari partai politik. Kalau yang di belakang panggung ini baik, maka yang tampil di depan juga akan baik,” pungkas politisi Partai Golkar itu.
















