Utama

Peradi Bersatu Kandas Lagi, Quo Vadis?

Tidak dapat diprediksi sama sekali. Ketiga kubu tampaknya saling balik badan.

Oleh:
Normand Edwin Elnizar
Bacaan 4 Menit
Pimpinan tiga kubu PERADI bertemu disaksikan oleh Menkoplhukam Mahfud MD beserta Menkumham Yasonna H Laoly. Foto: Istimewa
Pimpinan tiga kubu PERADI bertemu disaksikan oleh Menkoplhukam Mahfud MD beserta Menkumham Yasonna H Laoly. Foto: Istimewa

Janji tiga kubu Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di awal tahun ini untuk segera menyatu kembali akhirnya tak terpenuhi. “Tim 9 itu sudah sepakat untuk tidak sepakat,” kata Ketua Peradi ‘Rumah Bersama Advokat’, Luhut M.P Pangaribuan saat diminta konfirmasi oleh hukumonline kemarin. Harusnya sudah ada konsep bersama dalam tiga bulan sejak janji dibuat pada akhir Ferbruari 2020.

“Saya saat ini sangat kecewa. Pertemuan-pertemuan belum ada kesepakatan,” Juniver Girsang, Ketua Peradi ‘Suara Advokat Indonesia’ mengutarakan jawabannya saat dihubungi terpisah.

Ketua Peradi berikutnya, Otto Hasibuan juga memberi keterangan senada. “Saya mendapat laporan dari tim, sampai sekarang kelihatannya belum ada kemajuan yang berarti,” kata Otto.(Baca: Tiga Kubu PERADI Janji Bersatu, Ini Kata Mahfud dan Yasonna)

Undangan khusus Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) rupanya masih tak cukup jitu dalam urusan penyatuan tiga kubu Peradi. Selasa, 25 Februari 2020 malam yang lalu sempat jadi momen harapan baru bagi dunia profesi advokat Indonesia. Bahkan, Menkopolhukam Mahfud MD. membantu pembuatan kesepakatan tertulis. Seketika naskah pun disiapkan dan ditandatangani.

Mahfud MD. sekaligus berperan aktif menambahkan catatan nama tim perumus yang ditunjuk masing-masing kubu Peradi. Ada tulisan tangan Mahfud MD. sebagai pelengkap spontan dari isi kesepakatan yang sudah dicetak, ditandatangani para ketua Peradi, bahkan diberi materai tempel 6000. (Baca: Kisah Tiga Kubu PERADI Bersatu Disaksikan Menkopolhukam dan Menkumham)

Masing-masing kubu Peradi melanjutkan agenda Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih kepengurusan baru pasca pertemuan malam itu. Rencananya Munas masing-masing akan menjadi yang terakhir terpisah karena segera disusul Munas Luar Biasa untuk penyatuan Peradi. Otto Hasibuan mengatakan pihaknya sudah siap ikut Munas Luar Biasa itu. Namun, menurutnya masih ada penghalang soal titik temu.

“Di satu pihak kami mengusulkan Munaslub, walau kami merasa berat karena yang paling besar dan sah. Tetapi yang lain ingin membuat alternatif-alternatif,” kata Otto. Alternatif pertama yang diceritakan Otto adalah pembuatan Dewan Kehormatan Pusat yang satu tanpa perlu Munaslub. “Kami bilang apa gunanya Dewan Kehormatan yang satu kalau organisasi tidak satu,” Otto menambahkan. (Baca: Jelang Munas, Ketiga Kubu PERADI Sepakat Bersatu Kembali)

Tags:

Berita Terkait