Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) secara resmi telah merampungkan rangkaian agenda bergengsi Kompetisi Esai Peradi SAI 2025 yang berlangsung semarak sejak akhir Oktober hingga Desember tahun ini. Kompetisi yang mengusung tema besar “Penguatan Kerangka Hukum untuk Akselerasi Investasi Indonesia” tersebut menjadi bukti nyata komitmen organisasi profesi advokat dalam berkontribusi pada pemikiran strategis pembangunan ekonomi nasional. Melalui Komite Hukum Ekonomi & Investasi (Kominvest), ajang ini berhasil membedah berbagai tantangan regulasi yang selama ini dianggap menghambat daya saing Indonesia di kancah global, khususnya dalam menghadapi kompetisi arus investasi di wilayah ASEAN.
Ketua Kominvest Daniel Ginting mengatakan antusiasme publik terhadap kompetisi ini tergolong sangat tinggi dan melampaui ekspektasi awal panitia penyelenggara. Sejak pendaftaran dibuka pada 28 Oktober 2025, Kominvest menerima lebih dari 150 naskah esai yang datang dari berbagai pelosok provinsi di Indonesia. Keragaman latar belakang peserta menjadi warna tersendiri dalam kompetisi ini; tidak hanya didominasi oleh kalangan praktisi hukum dan mahasiswa hukum, tetapi juga melibatkan akademisi, pengusaha, hingga masyarakat umum yang memiliki minat mendalam terhadap isu investasi. Secara menarik, naskah yang masuk tidak hanya lahir dari perspektif hukum murni, tetapi juga diperkaya dengan sudut pandang lintas disiplin ilmu seperti ekonomi, humaniora, hingga teknik informatika.
Tingginya kuantitas peserta dibarengi dengan standar penilaian yang sangat ketat dan modern. Kominvest menerapkan proses kurasi yang berlapis untuk memastikan kualitas intelektual naskah yang masuk. Salah satu aspek krusial dalam penilaian adalah orisinalitas, di mana panitia melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi plagiarisme atau penggunaan AI dalam penulisan, mengingat syarat utama kompetisi ini adalah naskah harus murni karya orisinal peserta. Parameter penilaian lainnya mencakup penguasaan topik, ketajaman analisis terhadap risiko perubahan hukum (change of law), serta kemampuan peserta dalam memberikan solusi kreatif dan rekomendasi strategis yang dapat diaplikasikan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah babak final yang diselenggarakan secara luring pada 15 Desember 2025. Dalam babak pamungkas tersebut, enam finalis terpilih diberikan kesempatan untuk mempresentasikan ide-ide brilian mereka secara langsung di hadapan panel delapan Dewan Juri yang terdiri dari para pakar di bidangnya. "Acara final ini juga dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional Peradi SAI serta anggota Komite Hukum Investasi dan Ekonomi yang telah bekerja solid sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kompetisi," kata Daniel Ginting.
Ketua Umum Peradi SAI periode 2025-2030 Harry Ponto, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia. Beliau menekankan bahwa kompetisi ini tidak sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebuah wadah akademik untuk mengidentifikasi persoalan iklim investasi dari perspektif peraturan perundang-undangan domestik.
Harry Ponto menyatakan hasil pemikiran para peserta akan menjadi referensi berharga bagi Peradi SAI dalam memberikan masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia terkait kepastian hukum dan peningkatan daya saing ekonomi nasional. Menurutnya, penguatan kerangka hukum sangat krusial agar Indonesia tidak tertinggal dari negara tetangga, seperti Vietnam yang pertumbuhan ekonominya menunjukkan akselerasi signifikan berkat efektivitas regulasi investasinya.
Kompetisi ini juga menyediakan apresiasi yang signifikan bagi para pemenang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi intelektual mereka. Total hadiah yang disiapkan mencapai puluhan juta rupiah, dengan rincian Juara I mendapatkan Rp10.000.000, Juara II sebesar Rp5.000.000, dan Juara III sebesar Rp2.000.000. Selain dalam bentuk materiil, Peradi SAI juga memberikan penghargaan berupa akses pendidikan yakni Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) secara gratis bagi pemenang kategori tertentu. Pemberian beasiswa PKPA ini secara khusus ditujukan bagi sarjana hukum yang belum menjadi advokat, sebagai langkah nyata Peradi SAI dalam menjaring bibit unggul calon advokat masa depan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai hukum investasi.
















