Perluas Literasi Hukum, Migrant Care dan Hukumonline Resmi Berkolaborasi
Terbaru

Perluas Literasi Hukum, Migrant Care dan Hukumonline Resmi Berkolaborasi

Hukumonline memberikan akses AIlex kepada Migrant Care secara cuma-cuma selama satu tahun, guna membantu organisasi tersebut dalam melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Kiri-kanan: Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo dan Pemimpin Redaksi Hukumonline, Fathan Qorib dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Hukumonline dan Migrant Care, Jumat (10/7/2026). Foto: Istimewa
Kiri-kanan: Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo dan Pemimpin Redaksi Hukumonline, Fathan Qorib dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Hukumonline dan Migrant Care, Jumat (10/7/2026). Foto: Istimewa

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap informasi hukum dan memperkuat perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia, Hukumonline resmi menjalin kerja sama dengan Migrant Care. Kolaborasi ini disebut sejalan dengan visi Hukumonline yang sejak berdiri pada tahun 2000 berkomitmen mendemokratisasi akses terhadap hukum di tanah air.

Pemimpin Redaksi Hukumonline, Fathan Qorib menyampaikan bahwa pemahaman hukum yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tertib, adil, dan berintegritas. Hukumonline memandang Migrant Care sebagai organisasi yang selama ini menunjukkan konsistensi dalam mengadvokasi perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia.

Berbagai kegiatan pendampingan, advokasi kebijakan, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

“Hari ini, kami sangat bangga dan terhormat dapat meresmikan kerja sama dengan Migrant Care,” ujar Fathan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Hukumonline dan Migrant Care, Jumat (10/7/2026).

Baca juga:

Kontribusi Migrant Care sendiri tercermin melalui sejumlah penghargaan yang diterima, antara lain Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award dari Kementerian Luar Negeri pada 2020 dan 2023 dalam kategori Masyarakat Madani, serta Yap Thiam Hien Award pada 2015 atas kiprahnya dalam penegakan hak asasi manusia.

Fathan mengatakan, rekam jejak tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kemitraan. Khususnya berorientasi pada peningkatan literasi hukum di bidang pekerja migran, perlindungan hak asasi manusia, serta berbagai perkembangan regulasi yang berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja Indonesia.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info