Isu dugaan kekerasan seksual dalam program SejutaCita Future Leaders (SFL) ramai diperbincangkan di media sosial sejak akhir Februari 2026. Nama Andhika Sudarman (AS), alumnus Harvard University dan pendiri platform tersebut, terseret setelah sejumlah peserta membagikan pengalaman mereka melalui akun Instagram @matchagreen1001.
Berdasarkan unggahan tersebut, dugaan pelecehan terjadi dalam sesi mentoring yang terbagi untuk kategori siswa SMA dan mahasiswa. Para peserta awalnya berekspektasi mendapatkan wawasan akademik dan kepemimpinan. Namun, realitanya justru dianggap jauh dari ekspektasi.
“Kami bayar puluhan juta hanya untuk mendapatkan pengalaman mengecewakan,” tulis akun @matchagreen1001.
Baca Juga:
- Cara Melaporkan Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual
- Alasan Restorative Justice Tidak Bisa Dilaksanakan Dalam Kasus Kekerasan Seksual
Dalam kesaksiannya, peserta menyebut pembicaraan mentoring justru mengarah pada hal-hal non-akademik yang tidak pantas, seperti membahas relasi romantis siswa di bawah umur. AS juga dituding melontarkan komentar fisik serta melakukan tindakan fisik yang membuat tidak nyaman, termasuk menepuk paha peserta perempuan yang masih berstatus siswa SMA.
Selain itu, AS diklaim menceritakan pengalaman pribadi dan mempromosikan perilaku perselingkuhan dengan kalimat-kalimat bernuansa seksual yang dinilai merendahkan gender tertentu.
Menanggapi tuduhan tersebut, Andhika Sudarman menyampaikan klarifikasi resmi pada Senin (2/3). Ia secara tegas membantah adanya niat maupun tindakan pelecehan seksual.
















