Presiden Jokowi Yakin Tax Amnesty Sukses
Berita

Presiden Jokowi Yakin Tax Amnesty Sukses

Presiden Joko Widodo meyakini Indonesia merupakan salah satu negara yang sukses dalam melakukan program "tax amnesty".

ANT | Sandy Indra Pratama
Bacaan 2 Menit
Presiden Joko Widodo. Foto: RES
Presiden Joko Widodo. Foto: RES
Presiden Jokowi ketika bertemu dengan para ekonom, analis, dan perwakilan dari asosiasi pengusaha di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin mengatakan kebijakan "tax amnesty" yang dilakukan di Indonesia merupakan salah satu kebijakan yang berhasil di dunia.
"Saya baca ditulis di sini 'tax amnesty' bergerak cepat dan aset deklarasinya sudah Rp1.029 triliun dan ini merupakan satu dari sukses 'tax amnesty' yang ada di dunia. Ini saya baca di judulnya, saya sudah senang. Dan ini merupakan strategi Indonesia yang menurut mereka sangat baik," kata Presiden mengutip kajian yang dilakukan Citibank.
Presiden menyampaikan rasa optimisnya dengan kebijakan "tax amnesty" serta menggarisbawahi tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan hal yang lebih penting dibandingkan angka-angka yang dicapai.
"Saya sampai saat ini masih optimis dengan program ini, saya bukan berbicara angka, saya memang tidak pernah bicara angka, yang paling penting adalah 'trust' dari masyarakat terhadap pemerintah kelihatan ada. Kemudian kepatuhan dan kesadaran mereka membayar pajak ini sekarang saya lihat ada pergerakan yang sangat baik dan sampai hari ini paling tidak tebusan kita sudah mencapai 33 (triliun rupiah) lebih dan sudah lebih dari 90 ribu orang yang ikut 'tax amnesty'," ucapnya. (Baca juga: Ini Enam Aturan Repatriasi dan Gateway Dalam Tax Amnesty yang Disempurnakan)
Presiden Joko Widodo pada kesempatan itu juga mengatakan masih ada peluang yang dapat diraih untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD memprediksi perlambatan ekonomi masih terjadi.
Presiden Jokowi yang baru saja kembali dari pertemuan G20 di Hangzhou, China, beberapa pekan yang lalu mengatakan bahwa dari sejumlah kepala negara yang hadir, Perdana Menteri India Narendra Modi yang paling optimistis dengan pertumbuhan ekonomi negaranya.
"Pertemuan G20 kemarin yang saya lihat paling optimis Narendra Modi, masih optimis dan (pertumbuhan) akan naik lagi. Saya ingin mengambil poinnya, maksud saya kalau India itu berani optimis kenapa kita juga tidak (optimis). Tetapi tetap dengan pembenahan-pembenahan di dalam yang kita harus lakukan. Kalau kita tidak melakukan itu saya pastikan kita akan ditinggal," ujar Presiden.
Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info