Selamat Jalan Pendidik Sejati
Selamat Jalan Pendidik Sejati
Tajuk

Selamat Jalan Pendidik Sejati

Salah satu torehan jasa luar biasa Almarhum adalah keberhasilannya menjadi pemrakarsa, pendorong, dan pemberi fasilitasi, bahkan dana, bagi puluhan akademisi di Indonesia menjadi magister dan doktor ilmu hukum, di berbagai universitas di dalam dan luar negeri.

Oleh:
Arief T Surowidjojo
Bacaan 4 Menit
Prof. Erman Rajagukguk. Ilustrasi: BAS
Prof. Erman Rajagukguk. Ilustrasi: BAS

Erman Rajagukguk, tokoh reformasi dan pejuang pendidikan hukum modern Indonesia terkemuka berpulang menghadap Sang Khalik, Selasa malam, 23 Agustus 2022 di Mataram, Lombok. Lombok adalah pulau indah di mana dia pertama kali bertemu dengan seorang gadis Lombok, Tresni, yang kemudian menemaninya sebagai istri sampai Erman berpulang. Lombok juga tempat di mana dia ingin “pulang”.

Berkali-kali dalam pembicaraan ringan kami, di kantor hukum di mana kami bekerja bersama tahun 1980, dan di studio apartemen kami di Seattle yang kami huni bersama, tahun 1983, dia kerap mengatakan: “Bang (dia lebih senior beberapa tahun dari saya, tetapi kerap memanggil saya dengan sebutan “Bang”, panggilan akrab dikalangan FHUI) sewaktu-waktu nanti aku ingin pulang ke Lombok, aku akan bangun rumah di tepi pantai, sambil mendengar deburan ombak, aku akan terus menulis tentang hukum dan masyarakat.” Keinginan Almarhum tercapai, akhirnya dia pulang ke Lombok, dan dimakamkan di tanah yang dicintainya.

Erman terlahir dari keluarga yang sederhana. Dia juga sering mengatakan: “Bang, aku hanya ingin satu hal dalam hidup ini, aku ingin membuat orang tuaku bangga, dan untuk itu aku ingin sekali menjadi profesor.” Cita-cita Erman tercapai, dia berhasil membuat orang tuanya bangga, bukan hanya orang tuanya, tetapi juga banyak teman, keluarga, kolega dan muridnya. Dia tidak hanya berhasil menjadi profesor yang sangat sentral perannya dalam mengembangkan sekolah dan pendidikan hukum berwawasan modern di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, kemudian di Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, dan selanjutnya di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, tetapi juga menjadi tokoh reformasi yang penting, yang melahirkan begitu banyak peraturan perundangan yang mengubah Indonesia menjadi lebih demokrat, lebih tersistem, dan lebih mendekati konsep negara hukum seperti sekarang ini.

Selama menjabat sebagai Wakil Sekretaris Kabinet di Era Reformasi, Almarhum mendesain, mendorong dan menghantarkan begitu banyak regulasi baru yang pro-reformasi. Masa itu adalah masa pemerintahan Republik ini yang sangat produktif melahirkan peraturan perundangan baru, banyak di antaranya mengubah kehidupan bernegara dan bermasyarakat kita.

Satu torehan jasa luar biasa lagi yang Almarhum tinggalkan adalah keberhasilannya menjadi pemrakarsa, pendorong, dan pemberi fasilitasi, bahkan dana, bagi puluhan akademisi di Indonesia menjadi magister dan doktor ilmu hukum, di berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Mereka sekarang tersebar di banyak perguruan tinggi, lembaga negara dan penegak hukum dengan jabatan dan peran penting. Buat Erman, semua dimulai dengan membangun manusia dan karakter untuk menjadi akademisi, peneliti, pengambil keputusan dan profesi hukum yang mempunyai relevansi dengan masyarakatnya. Setelah itu, di manapun mereka berkiprah, ia akan melihatnya dari jauh dan mengalirkan aura dan semangat perubahan untuk menjadi panduan setiap anak didiknya.

Erman menjadi penggagas dan perintis untuk kerja sama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, salah satunya yang saya tahu betul adalah kerja sama Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan University of Washington di Seattle (UW). Kampus kedua Almarhum ini memberinya perkembangan wawasan yang luar biasa mengenai bagaimana pendidikan hukum seharusnya dilakukan. Tentu ini tidak lepas dari pengaruh mentor kami, yaitu Almarhum Prof Daniel S Lev, yang mempunyai perhatian luar biasa terhadap perkembangan hukum, politik, dan para penggerak reformasi Indonesia.

Diskusi-diskusi kami di kediaman Dan, di kantor Dan di Department of Political Science UW, di apartemen sempit kami, kadang dihadiri oleh Almarhum Farchan Bulki Phd dan Almarhum Hero Kuntoro-Jakti dari FISIP UI, turut membentuk wawasan dan cara berpikir kami dalam memahami dan menyikapi banyak persoalan Indonesia, baik di dalam negeri maupun dalam konteks perubahan global. Erman adalah salah satu mahasiswa Indonesia yang begitu banyak mendapat perhatian dari Dan Lev, dan itu tercermin juga dalam banyak kiprah Erman ke depan setelah kembali ke Indonesia, dalam berbagai kegiatannya baik di dunia akademis, pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait