Sosok Mendiang Prof Azyumardi Azra di Mata Kolega
Utama

Sosok Mendiang Prof Azyumardi Azra di Mata Kolega

Sosok almarhum dikenang sebagai seorang yang lebih dari sebatas ilmuwan, tetapi juga merupakan intelektual sejati yang menjaga independensi dan integritas diri.

Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra saat mengisi acara wisuda keempat dan pengukuhan mahasiswa baru STIH Jentera angkatan ke-8 di Ballroom Gedung AD Premier, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: RES
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra saat mengisi acara wisuda keempat dan pengukuhan mahasiswa baru STIH Jentera angkatan ke-8 di Ballroom Gedung AD Premier, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: RES

Dunia pendidikan tinggi kembali diselimuti kabar duka. Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) yang juga merupakan Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, meninggal dunia pada Minggu (18/9/2022) kemarin dalam usia 67 tahun. Setelah sebelumnya dikabarkan dalam kunjungan kerjanya di Malaysia Prof Azra mengalami gangguan Kesehatan dan menjalani perawatan intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia.

Berdasarkan rilis dari KBRI Kuala Lumpur, Senin (19/9/2022), jenazah almarhum Prof Azra sedang diproses untuk dapat dipulangkan ke Indonesia. Kelengkapan dokumen yang diperlukan tengah diurus oleh pihak KBRI. Berpulangnya Prof Azra mendapat perhatian tinggi dari pemerintah, masyarakat, hingga media massa di Malaysia. Sejumlah tokoh menyempatkan waktu melakukan kunjungan serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan Duta Besar RI untuk Malaysia. Semasa hidupnya, almarhum dikenal luas sebagai intelektual muslim terpandang yang juga miliki banyak sahabat di negeri jiran Malaysia.

“Selamat jalan Ed, kita bersahabat sejak sama-sama aktif di HMI Ciputat dan merangkap jadi wartawan majalah Panji Masyarakat di bawah asuhan Buya Hamka. Kamu punya visi dan determinasi kuat untuk tumbuh jadi ilmuwan dan kamu buktikan dengan meraih doktor Ilmu Sejarah di Universitas Columbia,” kenang Mantan Rektor UIN Jakarta, Prof Komaruddin Hidayat, melalui unggahannya di akun Facebook pribadinya, Minggu (18/9/2022).

Baca Juga:

Masih berbekas dengan jelas di benak Komaruddin, sosok almarhum yang selama ini tumbuh lebih dari sebatas seorang ilmuwan, tetapi juga merupakan intelektual sejati yang menjaga independensi dan integritas diri. Atas segala kontribusinya, komunitas intelektual Ciputat ikut merasa bangga dengan perjalanan almarhum di dunia internasional. Dari khazanah tradisi dan intelektual nusantara yang diperkenalkan Prof Azra terhadap dunia, kini diikuti dan dilanjutkan oleh junior serta mahasiswa almarhum.

Indonesia telah kehilangan seorang intelektual sejati yang menjadi dan memperjuangkan intregitas. “Terima kasih atas semua jasa dan warisanmu, terutama karya tulismu yang akan membuat nama dan pikiranmu selalu hidup dan dikenang. Tak akan terlupakan, di tanganmu IAIN Ciputat berubah jadi UIN, menginspirasi IAIN lain di Indonesia turut berubah jadi UIN. Semoga kamu berbahagia dan damai di rumah barumu, berjumpa dengan teman seperjuangan,” harapnya dalam doa.

Terpisah, salah satu pendiri sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (STHI Jentera) yakni Arief T. Surowidjojo mewakili civitas akademika STHI Jentera mengaku amat terkejut atas kepulangan almarhum Prof Azyumardi Azra. Sebab, belum sampai dua minggu lalu, almarhum mengisi acara wisuda keempat dan pengukuhan mahasiswa baru STIH Jentera angkatan ke-8 di Ballroom Gedung AD Premier, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Dalam kesempatan itu, Prof Azra dengan tegas menyampaikan untuk tidak menyerah, dan terus konsisten melanjutkan reformasi hukum dan lembaga penegak hukum.

“Saya melihat Almarhum sebagai putra Indonesia paripurna. Akademisi hebat dengan reputasi internasional, pemikir besar, reformis dan penuntun bangsa dalam menghadapi perubahan zaman, dan lebih lagi Almarhum adalah tokoh Islam terkemuka yang konsisten memberi tauladan bagaimana ajaran Islam yang inklusif dan merangkul hangat harus dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk ini. Kepergian Almarhum merupakan kehilangan besar buat kami, dan buat kita semua sebagai bangsa,” ungkap Arief kepada Hukumonline, Senin (19/9/2022).

Melalui sambungan telepon, Muhammad Isnur yang merupakan Ketua Umum Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) bercerita bagaimana sosok almarhum telah banyak menginspirasi hidupnya. Bahkan, sejak dahulu ia menginjakkan kaki sebagai mahasiswa di ‘kampus Ciputat’ (UIN Jakarta, dahulu IAIN Jakarta) dimana Prof Azra kala itu masih memimpin sebagai Rektor.

Terdapat 3 pesan almarhum yang masih dipegang teguh oleh Isnur. Pertama, jangan takut karena bersama teman-teman lainnya pasti akan saling membantu. Kedua, terus jaga integritas dan track record tidak boleh bercelah. Prof Azra dengan tegas mengingatkan Isnur dengan rekan-rekannya untuk harus berkarakter dan akhlak yang bersih, menjauhi korupsi maupun praktik kecurangan. Ketiga, terus bersuara kritis untuk keadilan dan perubahan.

“Prof Azra menjadi tauladan, panutan, bagi kita bersama. Bisa kita tiru bahwa akademisi itu adalah orang yang sangat fokus dengan karya-karya akademiknya. Beliau menjadi guru, ayah, sahabat bagi banyak orang. Bisa menginspirasi banyak orang dan melahirkan banyak Azra-Azra berikutnya seperti Prof Azra. Tentu peninggalannya harus kita jaga, kita wariskan, kita rawat dan terus pelihara. Agar jiwanya, pengalamannya, seluruh keilmuannya terus hidup sebagai amal jariyah beliau,” tutup Isnur.

Untuk diketahui, sebagaimana mengutip dari Antara, jenazah almarhum direncanakan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, hari Selasa (20/9/2022) besok sekitar pukul 09.00 WIB. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Prof Azra, Vemi Nurbaini, yang juga menerangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yakni Muhadjir Effendy akan menjadi inspektur upacara pemakaman Guru Besar UIN Jakarta dan Ketua Dewan Pers itu. Sebelumnya jenazah akan dishalatkan dahulu di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta pada pukul 08.00 WIB pagi.

“Informasi ter-update saat ini, Insya Allah Bapak berangkat dari Kuala Lumpur pukul 20.45 menggunakan Batik Air. Jadi dan tiba di Jakarta pukul 21.50 WIB di Bandara Soekarno Hatta. Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Ciputat Timur, Tanggerang Selatan, Banten. Proses pemakaman besok pagi,” terang Vemi.

Azyumardi lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat pada 4 Maret 1955. Azyumardi. Sepanjang hidupnya Azyumardi Azra mengabdi dalam dunia pendidikan. Selama ini Azyumardi dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang menorehkan banyak prestasi sebelum terpilih menjadi Ketua Dewan Pers untuk periode 2022-2025. Ia baru saja dilantik memimpin Dewan Pers pada 19 Mei 2022.

Prof Azra mengenyam bangku pendidikan sebagai mahasiswa di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada 1982. Suami dari Ipah Farihah dan dikaruniai 4 anak itu juga pernah menjadi wartawan Panji Masyarakat pada 1979-1985.

Gelar Master of Art (MA) dari Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Universitas Columbia Amerika Serikat diraihnya pada 1988 setelah mendapatkan beasiswa Fullbright. Di kampus yang sama, dia kembali meraih gelar MA dari Departemen Sejarah pada 1989 setelah memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship. Gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University diraihnya pada 1990 dan Doctor of Philosophy Degree pada 1992.

Ia kemudian mendirikan dan menjadi pemimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam pada 1993. Ia pernah menjadi profesor tamu Southeast Asian Studies di Oxford Centre for Islamic Studies dan profesor tamu di Universitas Filipina dan Universitas Malaya, Malaysia pada 1997.

Azyumardi juga pernah menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada periode 1998 sampai 2006 sebelum digantikan oleh Komaruddin Hidayat. Sejak Desember 2006, dia menjabat Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, selain menjadi Guru Besar Sejarah Fakultas Adab.

Sejumlah prestasi lain yang pernah digoreskan almarhum adalah menjadi orang Asia Tenggara pertama yang diangkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004-2009) dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004-2009). 

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info