Oleh karena itu, KPK mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi untuk membongkar budaya suap ini. Dalam waktu dekat, KPK sudah menyiapkan strategi terapi kejut (shock therapy). "Tanpa shock theraphy berupa penindakan dengan sanksi yang tinggi, suap tidak akan hilang," tukasnya. Sementara dalam jangka panjang, KPK akan makin menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk melawan korupsi, khususnya suap-menyuap.
Kalangan pengusaha, kata Djimanto, juga akan berperan serta dalam pemberantasan budaya suap. "Kami ikut serta untuk memberantas suap, tapi kami juga tidak mau kalau perusahaan kami mati," Pungkasnya.
















