Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan UII-Yuntech Summer Cultural Camp 2025 pada 25-27 Agustus 2025. Program ini menjadi wadah penting dalam memperkuat hubungan akademik dan budaya antara UII dengan National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech), Taiwan.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII bersama Yuntech. Sebanyak 15 mahasiswa dan tiga dosen dari Yuntech hadir sebagai delegasi, sementara UII melibatkan 25 mahasiswa dari FH dan FBE, termasuk tujuh mahasiswa yang bertugas sebagai buddy atau pendamping.
Dekan FH UII, Prof Budi Agus Riswandi menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran delegasi Yuntech di UII. Program ini pun bukan hanya ajang seremonial, melainkan forum penting untuk mempererat jejaring antar universitas.
“Program ini adalah hasil kolaborasi antara FH dan FBE UII, dan saya berharap dapat menjadi forum pertukaran ilmu, informasi, bahkan budaya, antara mahasiswa dari Indonesia dan Taiwan,” ujar Budi dalam sambutannya Senin (25/8/2025) pekan lalu.
Baca juga:
- FH UII dan Forum Institute Jajaki Kerjasama Pengembangan Sertifikasi Internasional Bidang Hukum
- Dukung Mobilitas Akademik, FH UII Sepakati Rencana Kolaborasi dengan PPI Munich
Delegasi Yutech pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Perwakilan dari Faculty of Technology Law Yuntech, Prof Fuching Wang menilai bahwa program ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kesempatan ini membuat saya semakin yakin bahwa kerja sama ini memiliki masa depan yang cerah. Kami berharap kolaborasi ini bisa berlangsung dan menghasilkan kerja sama yang lebih mendalam,” kata Wang.
Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti Workshop Monsoon di Laboratorium Komputer FBE UII. Secara paralel, FH UII mengadakan Workshop Dosen bersama Prof Wang dari Yuntech, yang membahas perkembangan hukum tata negara dan hukum administrasi di Taiwan. Workshop ini dihadiri dosen-dosen FH UII, khususnya dari Departemen Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara.
Selain agenda akademik, kegiatan ini juga diisi dengan rangkaian tur budaya. Pada hari pertama, peserta diajak berkunjung ke Perpustakaan Pusat UII dan Museum UII untuk mengenal sejarah kampus. Rombongan juga menikmati petualangan Lava Tour ke kawasan Gunung Merapi, termasuk mengunjungi museum Merapi yang sarat nilai edukasi.
Hari kedua menjadi kesempatan peserta untuk menjelajahi ikon budaya Yogyakarta. Peserta memulai perjalanan di Museum Cokelat, kemudian melanjutkan ke Keraton Yogyakarta untuk melihat tradisi dan arsitektur Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Candi Prambanan.
Hari ketiga dirancang untuk memperdalam pemahaman budaya lokal. Bertempat di Royal Brongto, peserta belajar jemparingan atau panahan tradisional Jawa, memainkan gamelan, serta berkunjung ke Museum Batik. Mereka juga mengikuti kelas membatik yang memberi pengalaman langsung membuat karya seni khas Indonesia.
Aktivitas budaya ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami budaya Jawa, tetapi juga menghargai kearifan lokal sebagai bagian dari pembelajaran lintas budaya. Sebagai rangkaian kegiatan terakhir, diselenggarakan Gala Dinner sekaligus penyerahan cinderamata kepada perwakilan delegasi Yuntech.
Melalui Summer Cultural Camp 2025, UII pun kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi wadah diplomasi pendidikan, melainkan juga cara mempererat hubungan antarbangsa. Kolaborasi dengan Yuntech pun akan terus berkembang.
















