Tarif Amerika Picu Krisis Global, Pemerintah Bersiap Ambil Peluang Baru Perdagangan dan Investasi
Utama

Tarif Amerika Picu Krisis Global, Pemerintah Bersiap Ambil Peluang Baru Perdagangan dan Investasi

Indonesia tetap perlu waspada, namun tidak panik dalam menghadapi ketidakpastian global yang meningkat.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 4 Menit

Airlangga menambahkan ekspor Indonesia ke Amerika hanya menyumbang 2,2% terhadap PDB, berbeda jauh dengan Vietnam yang mencapai 33%. Dengan kata lain, ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya tergantung pada pasar AS.

“Jadi Amerika bukan satu-satunya market yang membuat kita susah. Kita bisa antisipasi ini Pak Presiden, nah top ekspor kita adalah China Rp60 miliar, Amerika Rp26 miliar, dan India Rp20 miliar. Nah tentu kita bisa membuka market lain di luar Amerika,” kata dia.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah juga tengah mendorong investasi Amerika di sektor teknologi, termasuk data center dan kecerdasan buatan. Oracle dan Microsoft disebut tertarik membangun fasilitas di Indonesia, khususnya kawasan Batam yang telah diberi fleksibilitas sebagai free trade zone.

Sementara itu, surat resmi dari Indonesia kepada Pemerintah Amerika sudah disampaikan melalui Dubes RI, dan respons positif mulai diterima. Dubes Amerika juga telah meminta waktu untuk pembicaraan lanjutan.

Airlangga menegaskan bahwa asosiasi pengusaha di Indonesia yang merupakan mitra perusahaan Amerika turut dilibatkan dan sangat kooperatif dalam menyampaikan aspirasi bersama.

“Kita sudah bicara dengan Apindo, Kadin, dan lebih dari 100 asosiasi. Mereka ingin tetap ekspor ke Amerika, jadi mereka bersama kita dan kami sudah siapkan tim teknis untuk tindak lanjut negosiasi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ekonomi global saat ini yang semakin tidak menentu akibat kebijakan tarif AS. Ia menegaskan bahwa dunia kini telah kehilangan pijakan atas prinsip rule-based economy dan berubah menjadi arena persaingan pragmatis tanpa batas antara "kawan" dan "lawan".

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info