Tinggal Sehari, Ini Agenda IRCA 2026 Bahas Strategi Kepatuhan Korporasi hingga Risiko Insolvensi
IRCA 2026

Tinggal Sehari, Ini Agenda IRCA 2026 Bahas Strategi Kepatuhan Korporasi hingga Risiko Insolvensi

Ajang penghargaan yang digelar Hukumonline akan menghadirkan rangkaian summit, breakout session, dan malam anugerah bagi perusahaan dengan strategi kepatuhan hukum terbaik di Indonesia.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang bakal digelar Hukumonline segera tiba. Forum apresiasi bagi perusahaan yang patuh terhadap hukum ini akan berlangsung di Le Meridien Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.

Research & Awards Manager Hukumonline, Katon Baskoro mengatakan IRCA 2026 berkomitmen memberikan penghargaan kepada perusahaan yang patuh hukum di Indonesia. Penilaian tidak hanya melihat tingkat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga strategi kepatuhan yang dibangun dan diterapkan perusahaan.

“Kita akan memberikan apresiasi berkat upaya mereka atau dalam perusahaan ini untuk menyusun strategi atau aspek kepemimpinan dari individu dalam memimpin sebuah organisasi di dalam perusahaan, dalam upaya untuk menciptakan atau mematuhi segala peraturan yang berlaku di Indonesia,” ujar Katon dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Memasuki tahun ketiga, IRCA 2026 mendorong penguatan tata kelola, integritas, dan kepatuhan korporasi melalui rangkaian diskusi yang membahas tantangan bisnis serta risiko hukum yang semakin kompleks. Acara akan dimulai dengan registrasi peserta pukul 13.30 WIB di Grand Ballroom Sasono Mulyo, dilanjutkan pukul 14.00 WIB dengan Opening dan Welcoming Speech oleh Chief Operating Officer Hukumonline, Jan Ramos Pandia dalam Indonesia Regulatory Summit 2026.

Baca juga:

Dalam agenda summit tersebut, Hukumonline menghadirkan panel diskusi bertajuk ‘Governance and Integrity in Practice: The Role of Compliance in Mitigating Insolvency Risks and Supporting Sustainability’ yang membahas peran kepatuhan dan tata kelola perusahaan dalam memitigasi risiko insolvensi serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Setelah panel utama, agenda berlanjut ke empat breakout session pada pukul 15.30 WIB di ruang terpisah yang membahas isu kepatuhan dari berbagai perspektif. Salah satunya di Ruang 1 yang diisi oleh Arifudin Susanto Partnership Law Firm, dengan fokus pada strategi hukum menghadapi financial distress perusahaan melalui topik ‘Compliance-Based Financial Distress: Legal Strategies Amid Corporate Financial Crisis’.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info