Tiyana Sigi Pertiwi: Mengikuti Arus Bukan Berarti Hanyut, Seni Berpikir Strategis dalam Hukum Maritim
HUKUMONLINE NEXGEN LAWYERS 2026

Tiyana Sigi Pertiwi: Mengikuti Arus Bukan Berarti Hanyut, Seni Berpikir Strategis dalam Hukum Maritim

Peran Tiyana sebagai Knowledge Lawyer di AP melampaui sekadar jabatan. Di Legal Lab sektor Ocean-Maritim, ia di garis depan perkembangan hukum maritim dan pelayaran, sekaligus menerjemahkannya menjadi pengetahuan yang aplikatif bagi firma dan klien. Ia juga aktif sebagai peneliti hukum di GISLI, NGO dan think tank yang berfokus pada keselamatan maritim.

Tim Hukumonline
Bacaan 5 Menit

Tiyana juga berperan sebagai Champion of Process di AP, yang menempatkannya di pusat pengelolaan pengetahuan institusional firma. Dalam peran ini, ia mengembangkan sistem internal seperti template kontrak dan panduan advisory bagi associate, serta mengkurasi pembaruan regulasi dan basis data hukum. Kemudian bekerja sama dengan pustakawan dan knowledge manager AP untuk memastikan pengetahuan kolektif tetap mutakhir dan siap digunakan.

Riset yang dihasilkan mencerminkan ambisi mandat AP. Melalui seri publikasi ACTIO dan berbagai jurnal internasional, ia menulis berbagai isu hukum maritim kontemporer. Termasuk arbitrase, dekarbonisasi pelayaran, keselamatan nelayan Indonesia, ekonomi biru, sanksi perdagangan maritim, hingga pembatasan tanggung jawab klaim penumpang kapal pesiar. 

Berbagai topik itu berada di persimpangan antara arah industri pelayaran global dan kebutuhan adaptasi hukum maritim Indonesia. Karyanya menegaskan posisi AP bukan hanya mengikuti perkembangan, tetapi turut membentuk wacana di dalamnya.

"Menurut saya di era globalisasi ini, risiko yang akan dihadapi klien kita besok bisa saja sudah bisa diamati di belahan dunia lain hari ini, jadi kalau bisa jangan sampai kita hanyut terbawa arus. Sebaiknya tetap terbuka, terus ingin tahu, tidak berhenti belajar, karena klien mengandalkan kita untuk melihat risiko apa yang belum mereka lihat atau antisipasi. As maritime lawyers of our generation, I think it is important that we not only maintain our interest in the current issues of the open seas but also try to look with open minds,” ujarnya.

Membangun Budaya Kepatuhan

Di luar riset, Tiyana memimpin dua inisiatif AP yang berfokus langsung pada klien, sejalan dengan pandangan bahwa nilai firma hukum melampaui ruang sidang. Pertama, Legal Risk Prevention, program yang membantu klien membangun sistem kepatuhan yang tertanam dalam budaya organisasi. Inisiatif ini menerjemahkan regulasi kompleks menjadi panduan praktis, mendukung tata kelola internal, serta mendorong respons yang preventif dan proaktif terhadap perubahan regulasi.

Kedua, Legal Insight Services yang memfasilitasi transfer pengetahuan hukum langsung kepada klien AP. Tiyana berkontribusi sebagai pembicara dan pengisi materi di berbagai seminar industri maritim dan pelayaran. Kemudian menyampaikan pembaruan regulasi kepada perusahaan pelayaran dan galangan kapal, serta menjalankan program kepatuhan dan integritas bagi klien, termasuk perusahaan Fortune 500 global.

Berbekal pengalaman internasional di usia muda, ia memahami bahwa informasi yang sama perlu disampaikan melalui jalur berbeda kepada audiens yang berbeda. Pemahaman ini ia terapkan dalam setiap keterlibatan AP dengan klien, tanpa mengurangi ketepatan yang dituntut praktik hukum maritim.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info