Transformasi Digital dan Kolaborasi Kunci Tata Kelola Pemerintahan Adaptif
Terbaru

Transformasi Digital dan Kolaborasi Kunci Tata Kelola Pemerintahan Adaptif

Partisipasi publik menjadi fitur integral dari layanan digital yang ideal, sehingga tercipta paradigma pemerintahan yang bekerja bersama masyarakat.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Cahyono Tri Birowo dalam Peluncuran dan Diseminasi White Paper Kemitraan Pemerintahan Terbuka Indonesia, Kamis (8/5/2025) lalu. Foto: Tangkapan layar youtube
Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Cahyono Tri Birowo dalam Peluncuran dan Diseminasi White Paper Kemitraan Pemerintahan Terbuka Indonesia, Kamis (8/5/2025) lalu. Foto: Tangkapan layar youtube

Pemerintah terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola negara sebagai upaya meningkatkan ketahanan dan kapasitas menghadapi krisis global serta tantangan lintas sektor. Kolaborasi menjadi salah satu cara dalam menghadapi berbagai tangan.

Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Cahyono Tri Birowo, menyampaikan negara-negara maju saat ini menempatkan modernisasi administrasi negara sebagai prioritas utama dalam reformasi birokrasi.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), reformasi administrasi negara di banyak negara maju menitikberatkan pada pelayanan publik dan digitalisasi. Kemudian diikuti aspek keterbukaan dan transparansi. Semua ini bertujuan menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Transformasi tata kelola adalah bagian penting dari agenda besar transformasi Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045,” ujar Cahyono dalam Peluncuran dan Diseminasi White Paper Kemitraan Pemerintahan Terbuka Indonesia, Kamis (8/5/2025) lalu.

Baca juga:

Dia menerangkan salah satu arah transformasi tersebut adalah membangun sistem regulasi dan tata kelola yang berintegritas dan adaptif. Transformasi digital menurut Cahyono bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi harus diarahkan pada kemudahan akses, inklusivitas, dan orientasi pada kebutuhan pengguna.

Ia mengingatkan tidak semua masyarakat memiliki akses perangkat digital. Karena itu, pemerintah tetap harus hadir secara langsung ke daerah terpencil melalui layanan langsung atau direct service. Partisipasi publik menjadi fitur integral dari layanan digital yang ideal.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info