Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM melakukan terobosan signifikan dalam ekosistem pendidikan dan industri hukum di Indonesia. Tidak lagi sekadar berfokus pada ranah akademis, kampus yang dikenal dengan akar hukum bisnisnya ini resmi meluncurkan IBLM Law Group, sebuah firma hukum profesional yang dirancang sebagai unit usaha pengembangan sekaligus laboratorium praktik bagi para talenta terbaiknya.
Langkah ini menandai transformasi STIH IBLAM menjadi lembaga pendidikan yang lebih dari sekadar edukasi atau beyond education. IBLM Law Group hadir untuk menjembatani kesenjangan antara teori di bangku kuliah dengan dinamika kompleks di dunia praktik hukum komersial.
Partner IBLM Law Group, Rahmat Dwi Putranto mengatakan pendirian firma ini merupakan misi pendidikan yang berangkat dari keresahan di kalangan mahasiswa hukum yang seringkali kesulitan menembus firma hukum papan atas (top-tier) jika tidak berasal dari perguruan tinggi tertentu.
"Filosofi di balik IBLM Law Group adalah keinginan kami untuk tidak berhenti pada fase pengajaran dan penelitian saja, tetapi masuk ke fase praktik," ujar Rahmat saat berbincang dengan Hukumonline, Senin (6/4/2026).
Baca juga:
- International Conference IBLAM 2026 Soroti Masa Depan Hukum di Era Society 5.0
- Lulusan Terbaik STIH IBLAM Siap Berkontribusi bagi Dunia Hukum Tanah Air
- Prodi Sarjana Ilmu Hukum STIH IBLAM Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM ini pun menjelaskan, keunikan IBLM Law Group terletak pada posisinya sebagai expert hub. Firma ini mensinergikan para akademisi, dosen, dan praktisi yang berafiliasi dengan STIH IBLAM. Seperti Prof Angkasa, ahli dalam Hukum Pidana dan Viktimologi dan Whulandary Herman sebagai Asian Representative Counsel yang menangani klien internasional di bidang hiburan dan investasi.
Meski baru beroperasi kurang lebih dua bulan, IBLM Law Group telah memetakan fokus praktik yang sangat spesifik dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Praktik utamanya meliputi Hukum dan Teknologi, Corporate & M&A, Hukum Keluarga, Intellectual Property & Employment, Dispute Resolution, Pendidikan, dan Kesehatan.
















