“Diskusi ini pada akhirnya akan berdampak pada pemberian pelayanan terbaik bagi para pencari keadilan. Ke depan kita akan mohonkan kepada pimpinan hakim untuk bisa menjadi narasumber,” ujarnya.
Topik yang dipilih pada gelaran perdana Perisai Badilum ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut Bambang MA sebagai salah satu lembaga tertinggi dalam penegakan hukum diharapkan lebih maksimal dalam memberikan layanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.
Mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu melihat, kebutuhan publik semakin meningkat sejalan dengan tuntutan hukum di tengah dinamika masyarakat turut berkembang. Karenanya sebagai penegak hukum, para hakim harus bertanggung jawab dan berkewajiban untuk bisa memberikan keadilan.
“Keadilan tidak cukup hanya dengan hati nurani yang baik, tetapi juga integritas dan pengetahuan hukum yang mumpuni,” imbuhnya.
Para hakim dan panitera dalam diskusi membeberkan sejumlah persoalan yang dihadapi oleh pengadilan negeri maupun pengadilan tinggi di daerah masing-masing. Sejumlah persoalan tersebut ditanggapi secara langsung Ketua Kamar Pengawasan MA, Dwiarso Budi Santiarto dan Kepala Badan Pengawasan MA periode 2003-2006, Ansyahrul.
Saat ini penguatan budaya diskusi tengah terus ditingkatkan di badan peradilan di seluruh Indonesia. Untuk itu inisiasi Perisai Badilum ini diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan berdiskusi para hakim, panitera, dan tenaga teknis badan peradilan sekaligus mempererat hubungan baik antar aparatur peradilan.
















