Selasa, 28 December 2010

Maria Farida Indrati: Pantang Berhenti Mengasah Ilmu

BERITA TERKAIT

 

Satu hal tak pernah dilupakan selama Maria menjadi hakim konstitusi ketika MK membatalkan sistem penetapan caleg berdasarkan nomor urut dalam UU Pemilu Legislatif. Putusan MK ini dinilai merugikan kaum perempuan. Kala itu, ia memberikan dissenting opinion (pendapat berbeda).

 

Menurutnya, semestinya selain suara terbanyak posisi perempuan harus tetap ada karena adanya affirmative action sesuai Pasal 55 ayat (2) UU Pemilu yang Arial">mendorong jumlah perempuan lebih banyak di parlemen. Jika hanya didasarkan sistem suara terbanyak keterwakilan perempuan bisa hilang. “Saya dikatakan membela perempuan, padahal dari segi perundang-undangan atau rumusan norma seperti itu.”     

    

Pandangan soal kiprah perempuan, ia menilai semakin hari semakin banyak perempuan yang berkiprah di dunia hukum. Tetapi, dari perspektif yang lain, di DPR mulai banyak anggota DPR perempuan. “Banyak anggota DPR dan pengusaha yang sukses adalah perempuan, advokat, notaris juga banyak yang perempuan. Seperti di UI, kebanyakan mahasiswi teladan ada perempuan karena umumnya perempuan itu lebih tekun.”

 

Kini, peminat jurusan hukum tata negara sudah mulai meningkat. “Dengan adanya perubahan UUD 1945, UU Pemda, jurusan hukum tata negara sudah banyak diminati,” ujarnya berharap kelak ada hakim konstitusi perempuan lain yang bakal mengikuti jejaknya.       

 

Meski demikian, ia memandang peranan perempuan di kelembagaan negara/publik masih minim. “Menteri perempuan hanya empat orang, di MK hanya satu hakim konstitusi, di MA baru ada lima orang hakim agung perempuan.”

 

Ia berprinsip tekun dan setialah kepada satu profesi yang diyakininya, niscaya akan berhasil. “Saya mau tekuni dan mendalami ilmu perundang-undangan, akhirnya seperti ini,” katanya, yang pesan itu diperolehnya dari orang tuanya yang dianggap sebagai tokoh panutan.    

 

Namun, ia mengingatkan setinggi apapun kedudukan setiap perempuan, ia harus sadar akan kodratnya sebagai perempuan. “Ini harus, kalau dia dibutuhkan di rumah untuk masak ya harus masak atau nyuci, jangan pernah merasa terpaksa,” pesan wanita yang pernah mengikuti pendidikan legal drafting di Univeritas Leiden Belanda dan Boston School of Law Amerika itu.

 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua