Senin, 06 April 2015

Sarpin Rizaldi: Hakim, Mantan Pesepakbola dan Gitaris

Sempat bergabung dengan PS Hercules yang berpartisipasi dalam kompetisi Divisi Utama Persija.
HAG
Hakim Sarpin Rizaldi. Foto: RES


Siapa yang tidak mengenal nama Sarpin Rizaldi? Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu ‘mendadak tenar’ pasca menjadi hakim tunggal untuk perkara praperadilan yang diajukan Komjen Polisi Budi Gunawan. Begitu Sarpin mengetok palu putusan yang mengabulkan sebagian permohonan Budi Gunawan, pro kontra pun bermunculan.


Seiring dengan pro kontra itu, nama Sarpin menjadi bahan perbincangan publik. Sebagian mencerca, sebagian lagi membela hakim asal Minangkabau, Sumatera Barat itu. Sejauh ini, publik hanya memperbincangkan Sarpin dalam konteks putusan perkara praperadilan Budi Gunawan, sedangkan sisi pribadinya nyaris tidak pernah terangkat.


Di balik putusan praperadilannya yang dinilai kontroversial, sosok Sarpin ternyata memiliki kisah perjalanan hidup yang menarik. Mari kita mulai dengan satu fakta ini, “Sarpin adalah mantan pemain sepakbola di Jakarta.”


Ya, sebagaimana dituturkan di sela-sela acara peringatan hari ulang tahun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), akhir Maret 2015 lalu, Sarpin mengaku pertama kali merantau ke Jakarta dari kampung halamannya, Bukittinggi, sekira 34 tahun silam.


Kala itu, Sarpin yang baru saja lulus SMA tahun 1981, ‘nekat’ merantau ke Ibukota Negara untuk mengadu nasib menjadi pemain sepakbola, hobi yang dia gemari sejak remaja. Di Jakarta, Sarpin sempat bergabung dengan klub sepakbola PS Hercules yang tergabung dalam kompetisi Divisi Utama Persija.


“Saya merantau ke Jakarta, karena saya main bola. Saya bermain bola dulu di divisi utama Persija,” ujar Sarpin.


Namun, karier sepakbola Sarpin tidak berumur panjang. Orang tua Sarpin tidak setuju jika anaknya menjadi pesepakbola. Menurut mereka, menjadi pemain sepakbola tidak memiliki masa depan yang baik. Oleh karenanya, Sarpin diminta pulang kampung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua