Rabu, 03 June 2015

Muhammad Joni: Advokat Peduli Pengendalian Tembakau

Dulu jadi perokok ringan, kini jadi advokat yang aktif mengadvokasi bahaya merokok khususnya untuk kalangan remaja dan perempuan.
NAN
Advokat Muhammad Joni. Foto: Facebook


Seorang pria kerap tampil berargumen seputar pengendalian tembakau di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ia keukeuh menyatakan bahwa tembakau harus dikendalikan, khususnya yang digunakan untuk rokok. Ia memaparkan bagaimana Indonesia sedang berada dalam darurat rokok.


Namanya, Muhammad Joni. Profesinya sebagai advokat. Ia pun aktif di Komisi Nasional Pengendalian Tembakau yang merupakan badan koordinasi dari 23 organisasi dan individu-individu terkemuka. Aktor kawakan Fuad Baradja, salah satu anggotanya.


Meski gigih mengkampanyekan bahaya merokok, Joni rupanya pernah menjadi seorang perokok ringan. Ia menghisap rokok berisi zat nikotin itu sesekali hingga akhirnya pria kelahiran 7 Juli 1966 ini berhenti total dari kebiasaan itu.


Joni menuturkan dalam setiap advokasi yang dilakukannya bukan bermaksud menggurui atau melarang para perokok berat yang sudah terjerat adiksi nikotin. Ia hanya ingin menunjukan simpatinya kepara para perokok, khususnya generasi muda yang sudah ‘kecanduan’ rokok.


“Jangan libatkan anak-anak, remaja, orang muda. Karena mereka kan masih punya harapan,” ujarnya kepada hukumonline melalui sambungan telepon, Kamis (28/5).


Joni juga menyoroti ibu hamil, dan juga perempuan-perempuan lainnya, yang akhir-akhir ini seperti menjadi target pasar baru industri tembakau (rokok).


“Sekarang perempuan yang disasar jadi new smoker. Karena itu lah iklan rokok sekarang banyak yang perempuan. Untuk menggarap smoker dari perempuan sebagai sumber pasarnya. Perempuan jadi pasar di industri tembakau. Nah ini yang harus dilawan,” tukas Joni.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua