Rabu, 15 July 2015

Ini Rekam Jejak Perkara OC Kaligis vs KPK

Dari M Nazaruddin hingga besan SBY, Aulia Pohan.
M-22
Searah jarum jam: Adner Sirait, DL Sitorus, Anggodo Widjojo, M Nazaruddin, Aulia Pohan, dan Arthalyta Suryani. Foto: SGP


Advokat senior Otto Cornelis Kaligis (OCK) baru saja ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap terhadap hakim PTUN Medan, Selasa (14/7). Sempat dikabarkan dijemput paksa di sebuah hotel di bilangan Lapangan Banteng, Jakarta, OCK kini resmi menjadi tahanan KPK.


Merujuk pada rekam jejak kariernya, OCK sebenarnya cukup sering berinteraksi dengan KPK. Interaksi di sini dalam konteks OCK sebagai penasihat hukum para tersangka atau terdakwa kasus korupsi. Makanya, OCK sebenarnya bisa dibilang cukup ‘akrab’ dengan Gedung KPK dan Pengadilan Tipikor Jakarta.


Hukumonline mencoba merangkum beberapa klien OCK yang perkaranya diselidik atau disidik oleh Lembaga Antirasuah. Berikut ini daftar perkaranya:


1. Muhammad Nazaruddin

OCK dan tim sempat mendampingi Muhammad Nazaruddin dalam perkara tindak pidana korupsi proyek pembangunan wisma atlet yang terletak di daerah Hambalang, Sentul, Jawa Barat. OCK dan tim mendampingi Nazaruddin sejak awal hingga mantan Bendahara Partai Demokrat itu ditangkap di Kolombia.


Namun, di tengah jalan, kebersamaan OCK dan tim dengan Nazaruddin kandas. Pihak Nazaruddin melalui tim penasihat hukum dari kantor Hotman Paris Hutapea menyebut OCK dipecat sebagai kuasa hukum. Sementara, pihak OCK mengirimkan surat kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menyatakan pengunduran diri.


Dalam persidangan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Nazaruddin dengan pidana penjara 4 tahun 10 bulan dan denda sebesar Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan. Putusan pengadilan tingkat pertama dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Tetapi, di tingkat kasasi, majelis hakim memperberat hukuman menjadi tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.


2. Anggodo Widjojo

Dalam perkara ini, OCK mendampingi Anggodo Widjojo tidak sendirian. Dalam formasi tim penasihat hukum terdapat nama kakak beradik, Bonaran dan Tomson Situmeang. Anggodo didakwa oleh tim penuntut umum KPK melakukan tindakan menghalangi penyidikan tindak pidana korupsi dan berupaya menggagalkan proses hukum terhadap sang kakak, Anggoro Widjojo.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua