Minggu, 06 November 2016

Resmi Digelar, Ujian PPAT ‘Patok’ Passing Grade Minimal 7

Model soalnya dibuat pilihan ganda seluruhnya dan berjumlah ratusan soal.
NNP
Ujian PPAT 2016. Foto: NNP
Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) tahun 2016 digelar hari ini, Minggu (6/11). Mengambil tempat di kampus Universitas Tarumanegara dan Universitas Trisakti, ribuan calon PPAT ‘disuguhkan’ dengan ratusan soal-soal ujian sejak pagi hingga sore hari nanti. 
 
Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), R.B Agus Widjayanto mengatakan bahwa ujian PPAT tahun ini menggunakan format yang berbeda dari penyelenggaraan ujian tahun sebelumnya. Tahun ini, panitia penyelenggaraan ujian PPAT menggunakan model soal pilihan berganda (multiple choice) untuk seluruh sesi ujian. Baca Juga: Ujian PPAT 2016 akan Digelar Satu Hari Penuh)
 
“Sekarang semuakita buat multiple choice,” ujar Agus saat diwawancara di sela-sela ujian di Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, Minggu (6/11).
 
Agus menyebutkan bahwa pada sesi pertama peserta ujian diminta menjawab sebanyak 100 soal ujian dengan materi Hukum Pertanahan Nasional dan Organisasi Kelembagaan Kementerian, Pendaftaran Tanah, Peraturan Jabatan PPAT, dan Kode Etik Profesi PPAT. Sementara itu, pada sesi kedua, peserta ujian kembali disuguhkan dengan ratusan soal dengan materi Pembuatan Akta PPAT.
 
Dikatakan Agus, untuk materi Pembuatan Akta PPAT juga dibuat dengan format pilihan ganda. Hal itu dilakukan agar proses pemeriksaan bisa lebih mudah karena diperiksa secara komputerisasi. Selain lebih mudah dalam teknis pemeriksaan, model pilihan ganda dipakai agar hasil ujian bisa diumumkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
 
“Ya pokoknya kita usahakan cepat lah. Mudah-mudahan bisa cepat,” ujar Agus yang masih enggan menyebut tanggal pasti pengumuman ujian PPAT.
 
Untuk diketahui, ujian PPAT tahun in diikuti sebanyak 7.110 peserta. Jumlah itu telah dikurangi ketika tahap seleksi administrasi dari total pendaftar yang hampir mencapai 10 ribu peserta. Hasil itu adalah wajar mengingat ujian PPAT baru digelar kembali tahun ini setelah moratorium selama tiga tahun lamanya. Terakhir kali, digelar di Universitas Indonesia yang saat itu hanya diikuti oleh kurang lebih 3.000 peserta. (Baca Juga: Resmi Ditutup, Jumlah Pendaftar Ujian PPAT Hampir 10 Ribu)
 
Kepada awak media, Agus menyatakan bahwa membludaknya jumlah pendaftar ujian ditenggarai lantaran setelah tiga tahun vakum, baru tahun ini akhirnya digelar kembali. Selain itu, ia menduga animo peserta melonjak tinggi akibat beberapa pelonggaran pasca diterbitkannya PP Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan PPAT, misalnya syarat minimal usia PPAT 22 tahun dan perluasan wilayah kerja PPAT menjadi satu provinsi. (Baca Juga: Ujian PPAT Tahun Ini Belum Komputerisasi, Begini Alasan BPN)
 
“Tahun depan buka (ujian PPAT) terus. Mungkin kita bisa dengan CBT (computer based test/komputerisasi). Kita nanti bisa gelar di daerah-daerah,” kata Agus.
 
Selain itu, Agus menyebutkan bahwa nilai ambang batas (passing grade) yang ditetapkan panitia adalah tujuh (70). Sementara itu, mengenai pesertanya sendiri, lanjut Agus, justru di dominasi dari wilayah Jawa Barat. Untuk Jakarta dan sekitarnya sendiri, katanya, tak begitu besar jumlah pesertanya. Penyelenggaraan kali ini juga diikuti oleh peserta di luar pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. Peserta terjauh, kata Agus, ada yang berasal dari Papua. (Baca Juga: Ini ‘Bocoran’ Kriteria Kelulusan Ujian PPAT)
 
“Lulus ya lulus aja. Passing grade kita kan tujuh,” tutup Agus.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua