Jumat, 10 November 2017

Kiprah SSEK dan ‘Warisan’ Advokat Asing

 

Senior Lawyer MKK, yang pernah menjadi mahasiswanya Mochtar Kusuma-atmadja di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Ariani Nugraha menuturkan MKK tak mempermasalahkan lawyer-lawyer atau penasihatnya berpisah dan mendirikan law firm baru. Menurut Ariani, semua lawyer berhak menentukan jalannya masing-masing. Meski antara MKK dan SSEK akhirnya saling bersaing, tetapi tetap berteman.  

 

“Ya, tentu semua di atas kertas kita berkompetisi. Tetapi kita tetap berteman. Tidak ada sakit hati. Semua orang punya jalan hidup sendiri-sendiri dan mereka berhak menentukan jalannya masing-masing, mengejar cita-citanya,” ujar Ariani kepada Hukumonline, akhir September lalu di kantornya.

 

Ariani mengatakan tanpa kelahiran law firm yang didirikan mereka yang pernah menjadi bagian MKK pun, dinamika persaingan semua law firm saat itu cukup ketat. Menurutnya, justru yang lebih merepotkan kehadiran advokat-advokat asing yang semakin banyak masuk ke Indonesia. Sebab, mereka banyak menawarkan klien dari jaringan yang sudah dimilliki di luar negeri.

 

Sejak awal pendirian hingga kini, Kantor Hukum SSEK ini menempati pusat bisnis kota Jakarta. Tepatnya, gedung Mayapada Tower Lantai 14, di Jalan Jenderal Soedirman Jakarta, sebelumnya bernama gedung Wisma Bank Dharmala. “Dari awal kita berkantor disini (Gedung Mayapada Tower). Awalnya, kantor kita ukuran hanya seluas 360 meter, sekarang sudah menempati dua lantai, alhamdulilllah,” ujar Ira Andamara dalam kesempatan yang sama.  

 

Awalnya, jumlah SDM SSEK berjumlah sekitar 20-an orang terdiri dari 4 partner, 4 sekretaris, 2 pustakawan, 2 supir, 2 office boy, dan beberapa supporting staf. Lima tahun kemudian, SSEK menambah dua orang lawyer. “Di tahun kesepuluh, kita cukup mapan karena memiliki tim yang cukup solid dengan jumlah personil sekitar 119 orang. Di tahun kelima belas kita sudah full (open) partnership dengan mengangkat partner-partner baru,” ujar Ira.

 

Kini, jumlah personil SSEK mencapai ratusan personil seiring meningkatnya kebutuhan klien atas jasa pelayanan hukum. Persisnya, SSEK memiliki sekitar 135 personil. Rinciannya, 8 partner, 4 adviser (advokat asing), 65 lawyer, sisanya supporting staff. “Selama ini kita fokus nonlitigasi. Tetapi, saat ini kita sedang merintis beberapa advokat untuk menangani kasus litigasi (beracara di persidangan).”

 

Empat pendiri SSEK bersama lima adviser asing tahun 2002. Foto: Istimewa

 

Didominasi klien asing

Sebagai “anak kandung” MKK, misi SSEK sebenarnya tak jauh berbeda dengan MKK. Yakni, melanjutkan misi melayani pemodal asing yang hendak berinvestasi di Indonesia dengan membuka perusahaan penanaman modal asing (PMA) di sektor tertentu. Makanya, saat awal berdiri klien SSEK didominasi asing.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua