Sabtu, 08 December 2018

Pentingnya Peran Advokat Menjaga Lingkungan Hidup

Salah satu yang menjadi perhatian yaitu kondisi Danau Toba yang makin memprihatinkan.
Aji Prasetyo
Ketua Dewan Pembina DPN Peradi Otto Hasibuan menjadi pembicara dalam Rakernas III DPN Peradi di Medan, Kamis (6/12).

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Medan, Sumatera Utara tidak seperti biasanya. Dalam kegiatan kali ini Peradi tidak hanya mengadakan rapat kerja saja, tetapi juga seminar lingkungan hidup dengan tema Peradi Turut Bertanggung Jawab dalam Penegakan Hukum Lingkungan untuk Kesejahteraan Rakyat.

 

Tema ini memang sangat sesuai dengan kerusakan lingkungan yang terjadi pada saat ini yang dianggap sudah cukup mengkhawatirkan. Mulai dari penebangan hutan, pencemaran lingkungan baik itu laut, sungai, udara hingga dangkalnya sejumlah waduk atau danau seperti yang terjadi di Danau Toba.

 

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun & Berbahaya (B3), Rosa Vivien Ratnawati, mengapresiasi kepedulian Peradi terhadap lingkungan hidupnya. Menurut Rosa saat ini memang sudah saatnya para advokat ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan.

 

“Kalau ada pengusaha klien bapak/ibu yang bilang pembangunan berkelanjutan hambat investasi itu sudah kuno, kalau ada kliennya yang bilang gitu tolong bilangin kalau mereka hanya eksploitasi lingkungan, prinsip berikut tidak akan tercapai,” kata Vivien dalam acara seminar, Kamis (6/12).

 

Menurut Rosa, setidaknya ada lima prinsip pembangunan berkelanjutan yakni keadilan antar generasi, keadilan dalam satu generasi, prinsip pencegahan dini, perlindungan keanekaragaman hayati, dan internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme insentif.

 

(Baca: Korban Lion Air JT 610 Jadi Rebutan Lawyer Asing)

 

Rosa berharap ke depan Peradi bisa menjadi motor bagi para advokat untuk menjaga lingkungan. Salah satu caranya dengan tidak lagi menggunakan sampah plastik pada saat mengadakan kegiatan, baik itu rapat anggota di tingkat daerah hingga pusat sampai acara akbar semacam Rakernas maupun Munas.

 

Saya usul ke Peradi panitia rapat jangan pakai botol plastik, bagikan tumbler karena sehari orang menghasilkan sampah 2,7 kg setiap hari, sehari Indonesia hasilkan 43 juta sedotan pastik kalau dijejer itu dari Jakarta-meksiko. Saya harap advokat dari peradi sudah mulai aware, ini karena yang rapat orang lain kalau panitia saya sudah saya teriak yang tadi,” ujar Rosa.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua